Pandemi Pacu BUMN Percepat Transformasi Perusahaan
Jum'at, 09 April 2021 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Dari 122 peserta BUMN dan Anak Perusahaan BUMN yang mengikuti seleksi tahap awal, terjaring sebanyak 89 BUMN dan Anak Perusahaan BUMN yang lolos seleksi penjurian tahap kedua berupa wawancara korporasi. Selanjutnya, sebanyak 35 CEO terpilih untuk mengikuti wawancara tahap ketiga sekaligus menjadi tahap final penjurian. Seluruh proses penjurian ini dilakukan secara online melalui aplikasi zoom meeting.
Tanri Abeng yang juga menjadi Ketua Dewan Juri menjelaskan, keputusan pemenang The Best CEO tidak hanya dilihat dari sisi kemampuannya dalam meningkatkan performa perusahaan namun juga dikaitkan dari sisi leadership menjalankan strategi untuk bertahan di masa pandemi.
“Pada penilaian Anugerah BUMN 2021, dewan juri tidak hanya melihat dari sisi pertumbuhan perusahaan tapi juga pada sisi ketahanan, khususnya di masa pandemi Covid-19. Kami juga mengamati corporate governance-nya agar lebih komprehensif, sehingga kali ini diputuskan untuk menilai pemenang The Best di masing-masing kategori,” jelas Tanri Abeng yang juga merupakan Dewan Pakar BUMN Track.
Pada kategori The Best CEO BUMN diraih oleh Bakir Pasaman selaku CEO Pupuk Kaltim Holding Company. Keberhasilan Bakir sebelumnya di anak perusahaan, yakni Pupuk Kaltim melahirkan kepercayaan pemegang saham untuk mendapuknya menjadi Dirut holding. Perjalanan karier yang panjang di bidang rekayasa dan pengembangan pabrik pupuk membuat dirinya sangat paham dan kompeten dalam mengelola industri pupuk secara nasional serta mampu menerapkan langkah-langkah strategis bagi anak usaha.
Selanjutnya pada kategori The Best CEO Anak Perusahaan BUMN terpilih Mas’ud Khamid sebagai CEO Pertamina Patra Niaga. Di bawah kepemimpinan Mas’ud, Pertamina Patra Niaga yang juga merupakan Sub Holding Commercial and Trading Pertamina dinilai unggul dari segi kompleksitas bisnis, skala, serta sensitivitasnya terhadap pasar.
Sementara itu, peraih The Best CEO BUMN Tbk adalah CEO Bank BRI, Sunarso. Dewan juri menilai di bawah kepemimpinan Sunarso, BRI dapat menyeimbangkan antara social value (UMKM) dan economic value (Profit). BRI yang mengelola lebih dari 80% nasabah UMKM ini juga berkontribusi besar selama pandemi Covid-19 diantaranya dengan melakukan restukturisasi terhadap lebih dari 2 juta nasabah UMKM.
Tanri Abeng yang juga menjadi Ketua Dewan Juri menjelaskan, keputusan pemenang The Best CEO tidak hanya dilihat dari sisi kemampuannya dalam meningkatkan performa perusahaan namun juga dikaitkan dari sisi leadership menjalankan strategi untuk bertahan di masa pandemi.
“Pada penilaian Anugerah BUMN 2021, dewan juri tidak hanya melihat dari sisi pertumbuhan perusahaan tapi juga pada sisi ketahanan, khususnya di masa pandemi Covid-19. Kami juga mengamati corporate governance-nya agar lebih komprehensif, sehingga kali ini diputuskan untuk menilai pemenang The Best di masing-masing kategori,” jelas Tanri Abeng yang juga merupakan Dewan Pakar BUMN Track.
Pada kategori The Best CEO BUMN diraih oleh Bakir Pasaman selaku CEO Pupuk Kaltim Holding Company. Keberhasilan Bakir sebelumnya di anak perusahaan, yakni Pupuk Kaltim melahirkan kepercayaan pemegang saham untuk mendapuknya menjadi Dirut holding. Perjalanan karier yang panjang di bidang rekayasa dan pengembangan pabrik pupuk membuat dirinya sangat paham dan kompeten dalam mengelola industri pupuk secara nasional serta mampu menerapkan langkah-langkah strategis bagi anak usaha.
Selanjutnya pada kategori The Best CEO Anak Perusahaan BUMN terpilih Mas’ud Khamid sebagai CEO Pertamina Patra Niaga. Di bawah kepemimpinan Mas’ud, Pertamina Patra Niaga yang juga merupakan Sub Holding Commercial and Trading Pertamina dinilai unggul dari segi kompleksitas bisnis, skala, serta sensitivitasnya terhadap pasar.
Sementara itu, peraih The Best CEO BUMN Tbk adalah CEO Bank BRI, Sunarso. Dewan juri menilai di bawah kepemimpinan Sunarso, BRI dapat menyeimbangkan antara social value (UMKM) dan economic value (Profit). BRI yang mengelola lebih dari 80% nasabah UMKM ini juga berkontribusi besar selama pandemi Covid-19 diantaranya dengan melakukan restukturisasi terhadap lebih dari 2 juta nasabah UMKM.
Lihat Juga :