Kawasan Industri Halal Harus Berkolaborasi dengan UMKM Sekitar

Minggu, 11 April 2021 - 14:10 WIB
loading...
Kawasan Industri Halal...
Stafsus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim saat berkunjung ke Modern Halal Valley, kawasan industri halal di Cikande, Serang, Provinsi Banten, Minggu (11/4/2021). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Lukmanul Hakim mendorong pengembangan ekosistem produk halal secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam implementasikan produsen produk halal harus menggandeng sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pertanian dalam rantai pasok (supply chain) industri halal.

“Kawasan Industri Halal diharapkan memfasilitasi kolaborasi produsen produk halal dengan UMKM sekitar, sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi besar kepada masyarakat,” kata Stafsus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim saat berkunjung ke Modern Halal Valley, kawasan industri halal di Cikande, Serang, Provinsi Banten, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga : Potensi Jumbo, RI Harus Maksimalkan Potensi Industri Halal

Dalam kunjungan tersebut, Lukmanul Hakim didampingi Asisten Stafsus Wapres Guntur Subagja Mahardika dan Dhika Yudistira. Hadir juga para pejabat dari Dinas terlait Kabupaten Serang.

Lukmanul Hakim menyebutkan sektor UMKM, khususnya sektor pertanian, perikanan dan peternakan, merupakan sektor yang tumbuh tinggi di saat pandemi Covid-19. Sektor ini juga merupakan sektor usaha yang digeluti mayoritas penduduk Indonesia.

Dengan kolaborasi usaha besar dengan UMKM secara terintegrasi diharapkan dapat meningkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Kita bersyukur mengawali tahun 2021 pertumbuhan ekonomi mengalami positif setelah negatif pada 2020 akibat pandemi Covid-19,” tuturnya.

Manajer Pemasaran Wahyu Hidayatullah, didampingi manajemen PT Modern Industrial Estat, memaparkan perkembangan kawasan industri halal Modern Halal Valley yang diyakini memiliki prospek bagus saat ini dan ke depan. “Sejumlah perusahaan sudah masuk di kawasan ini,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa Modern Halal Valley juga menyediakan zona UMKM untuk memfasilitasi usaha kecil dan menengah. “Kami juga sudah bekerjasama dengan bank-bank syariah untuk pembiayaan UMKM di kawasan kami,” ungkapnya.

Wahyu juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan perijinan kawasan Industri Halal yang saat ini baru ada dua yang berijin di Indonesia.

Baca Juga : Dukung Kawasan Industri Halal, Kredit Bunga Rendah Disiapkan Bagi UMKM

Kawasan Modern Halal Valley seluas 500 hektar, didukung dengan fasilitas terintegrasi, termasuk aspek pelayanan proses audit dan sertifikasi produk halal. Di kawasan ini akan dibangun gedung LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Obat-obatan, Makanan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia).

Modern Halal Valley menyediakan faslitas terintegrasi hingga sarana infrastruktur pelabuhan kering (dry port) yang terkoneksi dengan jaringan kereta api ke bandara dan pelabuhan.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved