Ramadhan Bisa Jadi Penopang IHSG, Ini Alasannya
Selasa, 13 April 2021 - 10:17 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (13/4/2021). IHSG tertekan 0,04 persen berada di level 5.946. Namun demikian, pergerakan IHSG masih cenderung menguat karena didorong oleh faktor domestik.
“Indonesia sudah mulai memasuki periode di mana konsumsi masyarakat akan meningkat, yaitu di bulan Ramadan ini dan khususnya untuk barang-barang consumer,” ujar Equity Research Analyst PT Panin Sekuritas Ishlah Bimo Prakoso di acara Market Opening IDX Channel, Selasa (13/4/2021).
Baca Juga: Dalem Kak! Sesi Pertama IHSG Terperosok ke Zona Merah
Akan tetapi, kata dia, masih ada tekanan dari global. Salah satunya yakni datang dari jobless claims di Amerika Serikat (AS) yang naik di atas ekspetasi. “Di sini yang menjadi concern karena di quarter 1 laporan keuangan berbagai perusahaan US keluar dan transaksinya akan lebih rendah daripada ekspetasi yang sudah ditetapkan oleh pasar. Jadi sementara di situ masih ekspetasi ketakutan,” ujar Bimo.
Kemudian, Bimo mengatakan, yang harus dicermati oleh para investor adalah melihat bahwa situasi pasar sedang sepi. Menurutnya, jika pasar sepi volatilitas memang cukup tinggi. Jadi, para investor diharapkan bisa menyesuaikan dengan orientasi investasinya.
“Indonesia sudah mulai memasuki periode di mana konsumsi masyarakat akan meningkat, yaitu di bulan Ramadan ini dan khususnya untuk barang-barang consumer,” ujar Equity Research Analyst PT Panin Sekuritas Ishlah Bimo Prakoso di acara Market Opening IDX Channel, Selasa (13/4/2021).
Baca Juga: Dalem Kak! Sesi Pertama IHSG Terperosok ke Zona Merah
Akan tetapi, kata dia, masih ada tekanan dari global. Salah satunya yakni datang dari jobless claims di Amerika Serikat (AS) yang naik di atas ekspetasi. “Di sini yang menjadi concern karena di quarter 1 laporan keuangan berbagai perusahaan US keluar dan transaksinya akan lebih rendah daripada ekspetasi yang sudah ditetapkan oleh pasar. Jadi sementara di situ masih ekspetasi ketakutan,” ujar Bimo.
Kemudian, Bimo mengatakan, yang harus dicermati oleh para investor adalah melihat bahwa situasi pasar sedang sepi. Menurutnya, jika pasar sepi volatilitas memang cukup tinggi. Jadi, para investor diharapkan bisa menyesuaikan dengan orientasi investasinya.
Lihat Juga :