Sempat Terhambat, Ekspor Paraffin Wax Kembali Memanas

loading...
Sempat Terhambat, Ekspor Paraffin Wax Kembali Memanas
Direktur Utama PT Kirana MItraabadi Edo Lesmana saat meninjau aktivitas pabriknya. Foto/Ist
JAKARTA - Pandemi telah membuat gerak ekonomi terganggu, termasuk aktivitas ekspor . Biaya freight yang meninggi serta kebijakan pengetatan sejumlah negara menjadi jegalan bagi banyak komoditas ekspor Indonesia. Paraffin wax salah satunya. Padahal komoditas ini merupakan produk multimanfaat yang diperlukan oleh banyak industri.

PT Kirana Mitraabadi (KMA), perusahaan yang memproduksi paraffin wax di Indonesia, merasakan dampak pandemi tersebut. Aktivitas ekspor mereka cukup terganggu karena pandemi. Padahal, ekspor KMA terbilang sangat strategis sebab merupakan salah satu elemen hilirisasi penting bagi produk Pertamina. Produk olahan KMA yang diekspor menjadi wujud pertambahan nilai bagi produk Pertamina. Dengan adangan Covid, terhambat pula aliran ekspor bernilai tambah dari Indonesia. ( Baca juga:Luhut Blakblakan: Ada 1 Orang Diamankan Terkait Ekspor di Babel )

"Cukup menjadi hambatan ya pandemi ini pada 2020. Ekspor kami sempat terhenti. Permintaan dari beberapa negara tak bisa kami penuhi karena persoalan regulasi pada masa pandemi di negara yang bersangkutan. Ditambah lagi ketersediaan pengiriman, serta biaya kirim yang tinggi," papar Edo Lesmana, Direktur Utama PT Kirana MItraabadi, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selasa (13/4/2021).

Untungnya, sejak awal 2021, alur ekspor mulai bergerak kembali. Segala rintangan, termasuk biaya pengiriman, mulai mendekati titik normal. Beberapa industri dari sejumlah negara langsung mengirimkan pesanan.

Paraffin wax memang biasanya diimpor dari China. Industri-industri lilin, ban, batik, balsem, hingga pemberantas hama dan kosmetika di Indonesia selama ini mengimpor paraffin wax dari Negeri Tirai Bambu. Kehadiran PT KMA sejak 2010 cukup menekan angka impor komoditas multiguna tersebut dengan memenuhi kebutuhan dalam negeri. ( Baca juga:Punya Pengalaman, Yusril dan Jimly Dinilai Layak Masuk Kabinet Jokowi )



"Kami berharap kehadiran kami mampu membantu pemerintah dan bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik sehingga mampu menekan impor. Kami bahkan sudah mampu memenuhi permintaan global sehingga bisa meningkatkan volume ekspor dari Indonesia," jelas Edo.

Hingga kini, KMA telah mengekspor paraffin wax dan produk-produk turunannya ke Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Asia, Australia, dan bahkan Afrika. Pada 2021 ini, paraffin wax KMA mulai mengalir kembali sampai jauh ke benua-benua tersebut.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top