BUMN Karya Berdarah-darah, Bos WIKA: WIKA Jatuh Bangun, tapi Tetap Bangun Terus

Rabu, 14 April 2021 - 19:32 WIB
loading...
BUMN Karya Berdarah-darah,...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - Beberapa waktu belakangan isu mengenai keuangan badan usaha milik negara (BUMN) yang berdarah-darah kembali muncul. Kemunculan itu menyusul kinerja keuangan perusahaan BUMN karya yang anjlok akibat pandemi Covid-19.

Menanggapi isu, Direktur Utama Wijaya Karya atau WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, selama lima tahun sebelumnya keuangan perusahaan BUMN cukup lancar. Kondisi itu tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang begitu masif yang dilakukan pemerintah. ( Baca juga: Utang BUMN Karya Menggunung, Ekonom Saran 5 Opsi Solusi )

Namun beberapa waktu belakangan, pendapatan dari perusahaan BUMN karya termasuk WIKA mendapatkan sorotan. Merosotnya pendapatan WIKA terkait adanya pandemi.

Sebagai gambaran, dari sisi pendapatan misalnya yang merosot akibat pandemi Covid-19. Pada 2020 lalu, laba bersih perseroan hanya Rp322 miliar, padahal di tahun sebelumnya mencatatkan keuntungan bersih Rp2,6 triliun.

“Dalam lima tahun terakhir (ramai) pemberitaan mengenai pembangunan infrastruktur oleh BUMN karya. Namun dalam sebulan atau dua minggu terakhir pemberitaannya mengenai keuangan BUMN karya yang berdarah-darah. Sehingga kami perlu sampaikan situasi saat ini akibat pandemi Covid-19," ujarnya dalam acara Webinar, Rabu (14/4/2021).

Agung menjelaskan, perseroan sendiri memiliki beberapa departemen yang terdiri dari infrastruktur, gedung, energi dan departemen luar negeri. Sedangkan anak usahanya ada sekitar tujuh perusahaan, yang diantaranya juga sudah beberapa yang melantai atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Ini yang membuat WIKA jatuh bangun, tapi tetap bangun terus kita,” ucapnya. ( Baca juga: Survei Ini Mengejutkan, Partai Demokrat Ternyata Kurang Diminati Milenial )

Meskipun begitu, lanjut Agung, perseroan masih mampu bertahan dan tetap mencatatkan keuntungan di tengah pandemi Covid-19. Sebabnya, masing-masing perusahaan dan anak usaha memiliki portofolio yang berbeda-beda sehingga tidak terjadi bentrokan.

“Kita ada beberapa portofolio yang berbeda-beda, dari induk sampai anak. Jadi kalau satu reality mati, maka perusahaan beton precast sampai sekarang masih eksis,” jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
Rekomendasi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Barat Dicap Munafik,...
Barat Dicap Munafik, Beri Sanksi tapi Tetap Bisnis dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved