Membantu Petani Coklat dan Mete Menghindari Lilitan Hutang
Kamis, 15 April 2021 - 21:51 WIB
loading...
A
A
A
Seperti petani mete di Pulau Sumba yang selama berpuluh-puluh tahun hidup dengan hutang. Hasil dari pohon mete dijual dengan sistem ijon kepada para tengkulak. Saat panen mereka harus merelakan hasil panennya dijual dengan harga yang tidak bersaing bahkan tidak sesuai kesepakatan awal kepada para tengkulak. Akhirnya mereka harus hidup terbatas karena uang yang diterima di awal sudah habis untuk biaya hidup sehari-hari.
Baca Juga: Kementan Latih Petani Hitung Produktivitas Padi Gunakan Cara Ubinan Jajar Legowo
Talasi berperan memberikan penyuluhan kepada para petani untuk tidak terlilit hutang lagi di kemudian hari dengan pinjaman modal dengan bunga rendah. Talasi juga memberikan pengetahuan bagaimana menghasilkan mete yang berkualitas, cara pencucian cangkang mete yang benar dan menggunakan air bersih. Sehingga harga jual mete juga bisa mengikuti harga pasar.
Talasi bertujuan untuk mempersembahkan produk unggulan bermutu tinggi, juga ikut berkontribusi di dalam membangun manusia dan alam negara ini. “Our aim is to deliver happiness to our consumers through the enrichment of people and nature at the Origin,” tambah Alisjahbana Haliman, Founder of Talasi.
Baca Juga: Kementan Latih Petani Hitung Produktivitas Padi Gunakan Cara Ubinan Jajar Legowo
Talasi berperan memberikan penyuluhan kepada para petani untuk tidak terlilit hutang lagi di kemudian hari dengan pinjaman modal dengan bunga rendah. Talasi juga memberikan pengetahuan bagaimana menghasilkan mete yang berkualitas, cara pencucian cangkang mete yang benar dan menggunakan air bersih. Sehingga harga jual mete juga bisa mengikuti harga pasar.
Talasi bertujuan untuk mempersembahkan produk unggulan bermutu tinggi, juga ikut berkontribusi di dalam membangun manusia dan alam negara ini. “Our aim is to deliver happiness to our consumers through the enrichment of people and nature at the Origin,” tambah Alisjahbana Haliman, Founder of Talasi.
(akr)
Lihat Juga :