Kejar EBT 25% di 2025, Luhut Rancang Strategi Baru
Jum'at, 16 April 2021 - 11:21 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah merancang strategi untuk mencapai bauran energi nasional 23% dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.
"Strategi energi terbarukan kami meliputi panas bumi, tenaga air, solar PV, bioenergi, dan angin. Kami berkomitmen untuk mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia dan membuka calon investor untuk berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan di masa depan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021).
Baca Juga: Imbas Kenaikan Cukai, Penjualan Rokok Amblas 33 Miliar Batang
Disisi lain pemerintah juga akan melakukan segala upaya untuk mempercepat kemajuan, termasuk menjajaki kemungkinan mencapai Emisi Nol Bersih lebih awal dari yang direncanakan. "Serta, Bali, Danau Toba dan kawasan ekonomi khusus dapat menjadi percontohan upaya percepatan tersebut," ungkap dia.
Sebelumnya, pemerintah mempunyai komitmen besar untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dengan mendorong pemanfaatan energi terbarukan di berbagai sektor seperti transportasi, bangunan gedung, rumah tangga dan sebagainya.
"Strategi energi terbarukan kami meliputi panas bumi, tenaga air, solar PV, bioenergi, dan angin. Kami berkomitmen untuk mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia dan membuka calon investor untuk berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan di masa depan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021).
Baca Juga: Imbas Kenaikan Cukai, Penjualan Rokok Amblas 33 Miliar Batang
Disisi lain pemerintah juga akan melakukan segala upaya untuk mempercepat kemajuan, termasuk menjajaki kemungkinan mencapai Emisi Nol Bersih lebih awal dari yang direncanakan. "Serta, Bali, Danau Toba dan kawasan ekonomi khusus dapat menjadi percontohan upaya percepatan tersebut," ungkap dia.
Sebelumnya, pemerintah mempunyai komitmen besar untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dengan mendorong pemanfaatan energi terbarukan di berbagai sektor seperti transportasi, bangunan gedung, rumah tangga dan sebagainya.
Lihat Juga :