Tanaman Porang Banyak Dicari, Kementan Kembangkan Jadi Komoditas Ekspor
Jum'at, 16 April 2021 - 20:29 WIB
loading...
Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot pengembangan porang sebagai komoditas ekspor. Di pasar ekspor, porang banyak dicari sebagai bahan makanan dan industri obat juga kecantikan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot pengembangan porang sebagai komoditas ekspor. Di pasar ekspor , porang banyak dicari sebagai bahan makanan dan industri obat juga kecantikan sehingga harga porang pun menjadi sangat menjanjikan bagi petani.
Baca Juga: Tanaman Porang Jadi Fenomena Baru, Berikut Cara Menanamnya
Seperti dilansir dari laman resmi Pertanian.go.id, Jumat (16/4/2021). Porang atau bahasa latinnya Amorphophallus Muelleri Blume merupakan tanaman jenis umbi-umbian. Tanaman ini toleran naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.
Tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Sementara, pembibitan porang dapat dilakukan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) dan biji (dari bunga) yang ditanam secara langsung.
Sebagai tanaman budidaya yang baru diminati petani dan belum memiliki daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utama pada tanaman tersebut, tentunya pestlist OPT menjadi sangat penting untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan antisipasi serangan dan pengendalian OPT yang tepat pada tanaman tersebut.
Baca Juga: Tanaman Porang Jadi Fenomena Baru, Berikut Cara Menanamnya
Seperti dilansir dari laman resmi Pertanian.go.id, Jumat (16/4/2021). Porang atau bahasa latinnya Amorphophallus Muelleri Blume merupakan tanaman jenis umbi-umbian. Tanaman ini toleran naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.
Tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Sementara, pembibitan porang dapat dilakukan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) dan biji (dari bunga) yang ditanam secara langsung.
Sebagai tanaman budidaya yang baru diminati petani dan belum memiliki daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utama pada tanaman tersebut, tentunya pestlist OPT menjadi sangat penting untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan antisipasi serangan dan pengendalian OPT yang tepat pada tanaman tersebut.
Lihat Juga :