Pemerintah dan Kadin Optimistis Vaksinasi Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 16 April 2021 - 21:56 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) sama-sama optimistis bahwa vaksinasi akan menjadi sarana percepatan pemulihan ekonomi masyarakat. Hal ini mengemuka dalam diskusi bulanan yang diadakan oleh Balitbang Golkar beberapa hari yang lalu.
Menurut Menteri Kesehatan Budi Sadikin, letak masalah dari pandemi Covid-19 adalah berkurangnya kegiatan masyarakat karena risiko penularan yang tinggi. ( Baca juga:Wujudkan Kadin Baru Inklusif dan Kolaboratif, Arsjad Rasjid Bawa 4 Pilar )
“Kita serius mencapai target vaksinasi massal agar masyarakat Indonesia lebih aman dalam berkegiatan. Ini akan menjadi modal yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi,” ujar Budi Sadikin, Jumat (16/4/2021).
Pada akhir Maret kemarin Pemerintah Indonesia berhasil mendatangkan tambahan sebanyak 16 juta dosis vaksin, termasuk 1,5 juta overfill Sinovac. Ini adalah bagian dari komitmen PT Bio Farma dalam penyediaan vaksin COVID-19 kepada pemerintah yang sebanyak 122,5 juta dosis.
Indonesia sendiri merupakan negara dengan program vaksinasi tercepat di dunia meskipun bukan negara penghasil vaksin. Hal ini tidak lepas dari proaktifnya pemerintah untuk bekerja sama dengan penghasil vaksin dari berbagai negara.
Selain Sinovac, Pemerintah Indonesia juga mendatangkan vaksin-vaksin dari Astrazaneca, Pfizer dan lain-lain. Selain itu, pemerintah juga mendorong terwujudnya vaksin Merah Putih dan vaksin Gotong Royong.
“Gelombang ketiga di beberapa negara penghasil vaksin menjadi tantangan tersendiri dalam mengejar target vaksinasi, tetapi kita akan kejar target itu dengan berbagai langkah dan strategi alternatif,” imbuh Menkes.
Menurut Menteri Kesehatan Budi Sadikin, letak masalah dari pandemi Covid-19 adalah berkurangnya kegiatan masyarakat karena risiko penularan yang tinggi. ( Baca juga:Wujudkan Kadin Baru Inklusif dan Kolaboratif, Arsjad Rasjid Bawa 4 Pilar )
“Kita serius mencapai target vaksinasi massal agar masyarakat Indonesia lebih aman dalam berkegiatan. Ini akan menjadi modal yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi,” ujar Budi Sadikin, Jumat (16/4/2021).
Pada akhir Maret kemarin Pemerintah Indonesia berhasil mendatangkan tambahan sebanyak 16 juta dosis vaksin, termasuk 1,5 juta overfill Sinovac. Ini adalah bagian dari komitmen PT Bio Farma dalam penyediaan vaksin COVID-19 kepada pemerintah yang sebanyak 122,5 juta dosis.
Indonesia sendiri merupakan negara dengan program vaksinasi tercepat di dunia meskipun bukan negara penghasil vaksin. Hal ini tidak lepas dari proaktifnya pemerintah untuk bekerja sama dengan penghasil vaksin dari berbagai negara.
Selain Sinovac, Pemerintah Indonesia juga mendatangkan vaksin-vaksin dari Astrazaneca, Pfizer dan lain-lain. Selain itu, pemerintah juga mendorong terwujudnya vaksin Merah Putih dan vaksin Gotong Royong.
“Gelombang ketiga di beberapa negara penghasil vaksin menjadi tantangan tersendiri dalam mengejar target vaksinasi, tetapi kita akan kejar target itu dengan berbagai langkah dan strategi alternatif,” imbuh Menkes.
Lihat Juga :