Dorong Produktivitas, Kementan Tingkatkan Wawasan Petani
Senin, 19 April 2021 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Kementan Latih Petani Hitung Produktivitas Padi Gunakan Cara Ubinan Jajar Legowo)
Rani Agustin, Staf Lapang IPDMIP Kota Agung Timur mengatakan petani padi irigasi IPDMIP berupaya meningkatkan pendapatan dari komoditas hortikultura. “Seperti di antaranya talas beneng tumpang sari dengan pepaya dan porang karena harganya bagus di pasaran,” katanya.
Khusus tanaman bernilai ekonomis tinggi, petani Tanggamus sudah mulai menanam talas beneng. Mereka bekerja sama dengan pihak swasta dalam pemasaran hasil panen daunnya. Porang pun sudah dikenal sebagian petani Tanggamus, dengan mengoptimalkan lahan kering.
“Talas beneng saat ini ditumpangsarikan dengan kebun pepaya. Saya pun tertarik pada varietas talas pratama yang saya tahu dari media sosial,” kata seorang peserta workshop, pada diskusi tentang prospek talas pratama di Tanggamus yang geografisnya dikelilingi pegunungan.
(Baca juga:Kementan Dukung Milenial Bangun Pertanian Berkelanjutan)
Dalam diskusi, Tim IPDMIP lebih banyak mendengarkan pengalaman petani bersama IPDMIP. Tim IPDMIP meminta peserta workshop lebih banyak berinteraksi, untuk memberikan pengalaman terbaiknya dalam bertani.
“Kami berusaha mengubah kebiasaan, tidak selalu narasumber memberi ceramah dan teori. Justru ilmu itu dari peserta yang sudah pengalaman bertani, yang penting mereka sudah ‘tamat’ urusan untung dan rugi berusaha tani,” kata Achmad Yusuf.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus, Hasanudin mengharapkan petani mengembangkan diri menjadi pedagang, agar hidupnya sejahtera. Hal itu ditanggapi peserta, yang berharap ada kegiatan lanjutan dari workshop seperti koperasi, untuk menangani produksi kelompok secara korporasi atau kemitraan.
Rani Agustin, Staf Lapang IPDMIP Kota Agung Timur mengatakan petani padi irigasi IPDMIP berupaya meningkatkan pendapatan dari komoditas hortikultura. “Seperti di antaranya talas beneng tumpang sari dengan pepaya dan porang karena harganya bagus di pasaran,” katanya.
Khusus tanaman bernilai ekonomis tinggi, petani Tanggamus sudah mulai menanam talas beneng. Mereka bekerja sama dengan pihak swasta dalam pemasaran hasil panen daunnya. Porang pun sudah dikenal sebagian petani Tanggamus, dengan mengoptimalkan lahan kering.
“Talas beneng saat ini ditumpangsarikan dengan kebun pepaya. Saya pun tertarik pada varietas talas pratama yang saya tahu dari media sosial,” kata seorang peserta workshop, pada diskusi tentang prospek talas pratama di Tanggamus yang geografisnya dikelilingi pegunungan.
(Baca juga:Kementan Dukung Milenial Bangun Pertanian Berkelanjutan)
Dalam diskusi, Tim IPDMIP lebih banyak mendengarkan pengalaman petani bersama IPDMIP. Tim IPDMIP meminta peserta workshop lebih banyak berinteraksi, untuk memberikan pengalaman terbaiknya dalam bertani.
“Kami berusaha mengubah kebiasaan, tidak selalu narasumber memberi ceramah dan teori. Justru ilmu itu dari peserta yang sudah pengalaman bertani, yang penting mereka sudah ‘tamat’ urusan untung dan rugi berusaha tani,” kata Achmad Yusuf.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus, Hasanudin mengharapkan petani mengembangkan diri menjadi pedagang, agar hidupnya sejahtera. Hal itu ditanggapi peserta, yang berharap ada kegiatan lanjutan dari workshop seperti koperasi, untuk menangani produksi kelompok secara korporasi atau kemitraan.
(dar)
Lihat Juga :