Timpang, Industri Pengolahan Masih Menumpuk di Pulau Jawa
Senin, 19 April 2021 - 23:25 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Bidang Kerjasama Luar Negeri Iwan Winardi mengungkap, adanya kesenjangan industri pengolahan di sektor makanan dan minuman (mamin) yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Padahal, bahan baku lebih banyak tersebar di pulau-pulau lain di luar Jawa.
Pandangan ini dilontarkannya setelah mendengar keluhan dari berbagai pelaku usaha seperti di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Menurut mereka, lebih dari 52% industri pengolahan masih terdapat di Pulau Jawa. ( Baca juga:Perumnas Gelar Topping Off Tower Cattleya Samesta Mahata Serpong )
"Teman-teman dari Sumatera mengeluhkan, ada bahan-bahan baik, kopi, ikan dan seterusnya, tetapi hampir 52% itu (industri pengolahan) terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara potensi lainnya baik di Sulawesi, Kalimantan, Papua ini masih di bawah 10%," katanya dalam acara 500K Eksportir Baru, Senin (19/4/2021).
Ketimpangan itu menjadi tantangan ke depan, bagaimana cara mendistribusikan berbagai produk dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
"Jadi infrastruktur untuk pengolahan mamin ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ini yang menjadi tantangan men-sharing-kan bahan baku yang tumbuh di semua area di semua pulau termasuk mendistribusikannya," ujar dia.
Pandangan ini dilontarkannya setelah mendengar keluhan dari berbagai pelaku usaha seperti di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Menurut mereka, lebih dari 52% industri pengolahan masih terdapat di Pulau Jawa. ( Baca juga:Perumnas Gelar Topping Off Tower Cattleya Samesta Mahata Serpong )
"Teman-teman dari Sumatera mengeluhkan, ada bahan-bahan baik, kopi, ikan dan seterusnya, tetapi hampir 52% itu (industri pengolahan) terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara potensi lainnya baik di Sulawesi, Kalimantan, Papua ini masih di bawah 10%," katanya dalam acara 500K Eksportir Baru, Senin (19/4/2021).
Ketimpangan itu menjadi tantangan ke depan, bagaimana cara mendistribusikan berbagai produk dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
"Jadi infrastruktur untuk pengolahan mamin ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ini yang menjadi tantangan men-sharing-kan bahan baku yang tumbuh di semua area di semua pulau termasuk mendistribusikannya," ujar dia.
Lihat Juga :