Perumnas Gelar Topping Off Tower Cattleya Samesta Mahata Serpong

loading...
Perumnas Gelar Topping Off Tower Cattleya Samesta Mahata Serpong
Pelaksanaan tahap tutup atap (topping off) proyek hunian Samesta Mahata Serpong pada tower Cattleya, akhir pekan lalu. Foto/Ist
JAKARTA - Perum Perumnas melakukan tahap tutup atap ( topping off ) untuk proyek hunian Samesta Mahata Serpong pada tower Cattleya, hunian yang terintegrasi transportasi KRL yang berlokasi di Stasiun Rawabuntu, Tangerang Selatan.

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono turut menyaksikan prosesi topping off Tower Cattleya, Samesta Mahata Serpong yang digelar secara terbatas tersebut.

Baca Juga: Dukung Rumah Murah, Pemerintah Beri Pinjaman ke Perumnas Rp650 Miliar

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menuturkan, di tengah pandemi yang masih berlangsung, Perumnas terus mengedepankan pelayanan publik dalam penyediaan hunian terjangkau dan strategis bagi masyarakat.

"Hingga saat ini, progress konstruksi tidak mengalami perlambatan meskipun di tengah suasana pandemi Covid-19," tutur Budi dalam siaran pers, Senin (19/4/2021).



Proses penutupan atap ini, lanjut dia, merupakan momen yang bersejarah bagi Perumnas karena merupakan topping off untuk hunian terintegrasi transportasi pertama di Indonesia.

"Topping off kali ini pun menjadi topping off bersejarah bagi kami Perumnas karena menjadi hunian terintegrasi transportasi pertama di Indonesia yang telah kami selesaikan secara tahap konstruksi setinggi 34 lantai dan 743 unit," jelas Budi.

Samesta Mahata Serpong rencananya akan dibangun dalam 2 tahap terdiri dari 3.632 unit hunian dengan tipe unit studio, 2 bedroom dan 2 bedroom+. Difasilitasi dengan area komersial seperti modern retail, cafe dan coffee shop, restaurant dan lainnya.

Hunian yang tepat berada di lahan Stasiun Rawabuntu ini tidak hanya terintegrasi transportasi KRL saja, tetapi juga berada di akses pintu masuk tol Serpong - Jakarta dan jalan utama Tangerang Selatan. Hunian ini mengedepankan pemanfaatan moda transportasi umum seperti bis dan angkutan perkotaan.

Ke depannya, kata Budi, hunian ini pun akan terkoneksi langsung dengan LRT menuju Bandara Soekarno-Hatta dan perpanjangan jalur MRT dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Rawabuntu.



Baca Juga: Tak Kalah dari Suaminya, Ini Potret Rumah Mewah Mertua Aurel Hermansyah di Malaysia

"Konsep hunian seperti ini tentu akan sangat cocok dengan generasi milenial yang aktivitasnya serba cepat dan sangat mobile dalam kesehariannya. Terlebih tempat hang out yang kami sediakan ber-konsep cozy dan kekinian yang akan menarik perhatian generasi milenial ini," tutur Budi.

Dia menambahkan, Perumnas juga menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga menyiapkan slot sekitar 20% unit hunian subsidi di setiap proyeknya. "Ini juga berlaku di proyek Samesta Mahata Serpong ini," ujarnya.

Budi menambahkan, untuk menjadi yang terdepan bagi MBR dan juga mengikuti dinamika pasar, Perumnas tidak hanya fokus pada hunian terintegrasi semata, tapi juga menawarkan konsep revitalisasi yang akan membidik kota-kota besar di Indonesia. Dia mencontohkan Proyek Revitalisasi Perumnas yang ada di Sukaramai Medan dan di Kemayoran Jakarta yang dalam waktu dekat akan groundbreaking.

"Pada prinsipnya tujuan kami adalah untuk merumahkan masyarakat Indonesia dengan hunian yang layak dan terjangkau. Oleh karenanya dukungan semua pihak kami butuhkan untuk dapat mewujudkan langkah ini," tutup Budi.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top