Sri Mulyani Sebut 5 Hal Ini Jadi Biang Kerok Terhambatnya Ekspor
Selasa, 20 April 2021 - 13:09 WIB
loading...
Sejumlah isu masih menjadi faktor penghambat ekspor oleh UMKM nasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat beberapa hal yang menjadi penyebab pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Tanah Air sulit mengekspor produknya.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, ada lima hal yang teridentifikasi sebagai penghambat ekspor UMKM nasional. Pertama, persoalan legalitas. Menurut dia, masih banyak pelaku usaha yang belum mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan legalitas seperti memiliki NPWP hingga pengurusan sertifikat produk.
Baca Juga: Genjot Ekspor UMKM dengan Pemanfaatan Perjanjian Dagang Internasional
Kedua, akses pembiayaan. Masih banyak UMKM nasional yang kesulitan mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan atau perbankan nasional.
"Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional sulit berkembang," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (20/4/2021).
Ketiga, kurangnya pendampingan bagi UMKM. Pendampingan bagi UMKM dinilai sangat penting untuk meningkatkan tata kelola perusahaan serta daya saing produk.
Baca Juga: Halim dan Nadiem, Dua Menteri yang Dinilai Tak Punya Terobosan
Keempat, masalah produksi. Sri Mulyani mengatakan, minimnya standardisasi produk menjadi penghalang UMKM nasional menembus pasar global. "Terjadi inkonsistensi dari produksi, dan tidak terjadi kontinuitas dari kualitas produknya," katanya.
Kelima, persoalan pemasaran. Menurut dia, terbatasnya informasi UMKM terhadap peluang pasar menjadi salah satu penyebab produknya sulit menembus pasar global. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga membuat daya saing produk UMKM nasional rendah. "Pemerintah terus membangun nasional logistik sehingga daya saing dan biaya distribusi bisa menurun," tandasnya.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, ada lima hal yang teridentifikasi sebagai penghambat ekspor UMKM nasional. Pertama, persoalan legalitas. Menurut dia, masih banyak pelaku usaha yang belum mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan legalitas seperti memiliki NPWP hingga pengurusan sertifikat produk.
Baca Juga: Genjot Ekspor UMKM dengan Pemanfaatan Perjanjian Dagang Internasional
Kedua, akses pembiayaan. Masih banyak UMKM nasional yang kesulitan mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan atau perbankan nasional.
"Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional sulit berkembang," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (20/4/2021).
Ketiga, kurangnya pendampingan bagi UMKM. Pendampingan bagi UMKM dinilai sangat penting untuk meningkatkan tata kelola perusahaan serta daya saing produk.
Baca Juga: Halim dan Nadiem, Dua Menteri yang Dinilai Tak Punya Terobosan
Keempat, masalah produksi. Sri Mulyani mengatakan, minimnya standardisasi produk menjadi penghalang UMKM nasional menembus pasar global. "Terjadi inkonsistensi dari produksi, dan tidak terjadi kontinuitas dari kualitas produknya," katanya.
Kelima, persoalan pemasaran. Menurut dia, terbatasnya informasi UMKM terhadap peluang pasar menjadi salah satu penyebab produknya sulit menembus pasar global. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga membuat daya saing produk UMKM nasional rendah. "Pemerintah terus membangun nasional logistik sehingga daya saing dan biaya distribusi bisa menurun," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :