Pembangunan Infrastruktur Air dan Sanitasi di Pedesaan Digenjot
Rabu, 21 April 2021 - 21:58 WIB
loading...
Pembangunan infrastruktur air bersih terus digalakkan di kawasan pedesaan agar masyarakat mudah mengakses air. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah membuat Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Untuk meningkatkan akses penduduk pedesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi . Program yang sudah dimulai sejak tahun 2008 ini memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki untuk pengelolaaannya.
“Perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi pada program Pamsimas artinya memiliki peluang atau kesempatan untuk terlibat dalam setiap kegiatan ,” ujar Direktur Air Minum Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Yudha Mediawan dalam keterangan tertulisnya Rabu (21/4/2021).
(Baca Juga : UEA Investasi Rp7 Triliun di Aceh, Pemerintah Bakal Bangun Infrastruktur )
Dia menambahkan, salah satu prinsip dalam pelaksanaan program Pamsimas adalah kesetaran gender, yaitu memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki, untuk mengambil keputusan, berpartisipasi dalam kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi.
Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) pada tahun lalu sebesar Rp12,32 triliun dengan serapan tenaga kerja sebesar 638.990 orang. Sedangkan tahun ini, anggaran PKT dinaikkan dari Rp 12,18 triliun menjadi Rp 23,24 triliun. Anggaran PKT digunakan untuk pembangunan infrastruktur kerakyatan yang mendukung produktivitas masyarakat pedesaan. Sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, misalnya peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi.
“Perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi pada program Pamsimas artinya memiliki peluang atau kesempatan untuk terlibat dalam setiap kegiatan ,” ujar Direktur Air Minum Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Yudha Mediawan dalam keterangan tertulisnya Rabu (21/4/2021).
(Baca Juga : UEA Investasi Rp7 Triliun di Aceh, Pemerintah Bakal Bangun Infrastruktur )
Dia menambahkan, salah satu prinsip dalam pelaksanaan program Pamsimas adalah kesetaran gender, yaitu memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki, untuk mengambil keputusan, berpartisipasi dalam kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi.
Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) pada tahun lalu sebesar Rp12,32 triliun dengan serapan tenaga kerja sebesar 638.990 orang. Sedangkan tahun ini, anggaran PKT dinaikkan dari Rp 12,18 triliun menjadi Rp 23,24 triliun. Anggaran PKT digunakan untuk pembangunan infrastruktur kerakyatan yang mendukung produktivitas masyarakat pedesaan. Sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, misalnya peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi.
Lihat Juga :