Empat Emiten Buyback Saham, Saratoga Disebut Paling Menarik
Kamis, 22 April 2021 - 11:21 WIB
loading...
Sebanyak empat emiten tengah melakukan buyback saham, cermati yang paling menarik. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah emiten memutuskan untuk melakukan pembelian kembali (buy back) saham seiring dengan pergerakan harga saham yang tidak mencerminkan kinerja perusahaan. Aksi korporasi ini juga sebagai bentuk optimisme perusahaan terhadap upaya perbaikan ekonomi nasional.
Beberapa emiten yang melakukan buyback saham yaitu, Ramayana Lestari Sentosa (RALS), PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan Saratoga Investama Sedaya (SRTG). Menanggapi hal tersebut, Praktisi Pasar Modal Vicella Tjin menuturkan, SRTG merupakan emiten yang memiliki kinerja paling menarik dibanding tiga saham lainnya.
Baca Juga: Dibuka Masuk Zona Hijau, IHSG Kembali ke Level 6.000
"Saya lihat SRTG yang performance-nya paling menarik ya. Dia ada kenaikan pendapatan maupun net income waktu tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Cukup menarik SRTG kalau untuk investasi," dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (22/4/2021).
Lanjut dia, untuk RALS jika dilihat secara laporan keuangan masih negatif. Menurutnya, investor harus lebih berhati-hati dan melihat laporan per kuartalnya seperti apa.
Beberapa emiten yang melakukan buyback saham yaitu, Ramayana Lestari Sentosa (RALS), PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan Saratoga Investama Sedaya (SRTG). Menanggapi hal tersebut, Praktisi Pasar Modal Vicella Tjin menuturkan, SRTG merupakan emiten yang memiliki kinerja paling menarik dibanding tiga saham lainnya.
Baca Juga: Dibuka Masuk Zona Hijau, IHSG Kembali ke Level 6.000
"Saya lihat SRTG yang performance-nya paling menarik ya. Dia ada kenaikan pendapatan maupun net income waktu tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Cukup menarik SRTG kalau untuk investasi," dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (22/4/2021).
Lanjut dia, untuk RALS jika dilihat secara laporan keuangan masih negatif. Menurutnya, investor harus lebih berhati-hati dan melihat laporan per kuartalnya seperti apa.
Lihat Juga :