Melambat, Uang Beredar di Bulan Maret Sebanyak Rp6.888 Triliun
Jum'at, 23 April 2021 - 12:16 WIB
loading...
Ilustrasi foto/Dok SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya.
Deputi Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, M2 pada Maret 2021 sebesar Rp6.888,0 triliun atau tumbuh sebesar 6,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,3% (yoy).
Baca juga: Viral! Crazy Rich Jogja Siapkan Duit Rp20 Miliar Berburu Benda Klenik
"Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh komponennya yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 pada Maret 2021 sebesar 10,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,6% (yoy)," kata Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/4/2021).
Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,9% (yoy) pada Maret 2021. Perlambatan uang beredar pada Maret 2021 turut dipengaruhi oleh realisasi tahun sebelumnya (base effect) berupa tingginya pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 12,1%.
Deputi Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, M2 pada Maret 2021 sebesar Rp6.888,0 triliun atau tumbuh sebesar 6,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,3% (yoy).
Baca juga: Viral! Crazy Rich Jogja Siapkan Duit Rp20 Miliar Berburu Benda Klenik
"Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh komponennya yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 pada Maret 2021 sebesar 10,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,6% (yoy)," kata Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/4/2021).
Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,9% (yoy) pada Maret 2021. Perlambatan uang beredar pada Maret 2021 turut dipengaruhi oleh realisasi tahun sebelumnya (base effect) berupa tingginya pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 12,1%.
Lihat Juga :