Dorong Ekonomi Syariah, Ganjar Lakukan 4 Hal Ini di Jawa Tengah
Jum'at, 23 April 2021 - 12:59 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah provinsi Jawa Tengah serius untuk mengembangkan perekonomian syariah di wilayahnya. Setidaknya terdapat empat hal yang dilakukan pemerintah provinsi dalam upaya pengembangan ekonomi syariah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, upaya pertama yang dilakukan adalah penguatan halal value chain/rantai pasok halal di wilayah Jawa Tengah, di mana pemerintah provinsi memasilitasi sertifikasi produk halal. Untuk melakukan hal itu, pihaknya menggandeng Majelis Ulama Indonesia agar secara prosedur dan tarif mudah dimengerti.
Kemudian, pemerintah provinsi Jawa Tengah juga melakukan pembinaan terhadap bisnis akomodasi, makanan dan minuman dan perhotelan syariah yang harus didorong terus-menerus dan jangan sampai kemudian menjadi eksklusif.
Baca juga: Mudik Dilarang, Pengusaha Logistik Bakal Raup Cuan
"Lalu, pengembangan potensi wisata halal, di mana salah satunya hotel tidak ada karaokenya, akses untuk ibadahnya bagus, lalu lalang orangnya bikin nyaman," ujar Ganjar dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan 'Peran Sektor Keuangan Syariah dalam Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi di Jawa Tengah' secara virtual, Jumat (23/4/2021).
Upaya kedua, Ganjar menuturkan, adalah melakukan penguatan keuangan syariah, diantaranya pengembangan industri keuangan syariah. "Kami memasilitasi pengembangan lembaga keuangan mikro (LKM) syariah di Jateng dan penguatan filantrophy di Jateng melalui Baznas," kata dia.
Upaya ketiga, dia menyebut bahwa pemerintah provinsi Jawa Tengah melakukan penguatan terhadap UMKM sebagai penggerak utama produk halal value chain dengan pengembangan dan pelatihan koperasi pondok pesantren (Kopontren) di Jateng oleh Dinas Koperasi dan UKM.
Baca juga: Bebas dari Kejaran Rentenir, Pelaku UMKM Bergantung ke Holding BUMN Ultra Mikro
"Tentu Pak Wagub (wakil gubernur) saya minta ambil alih ini dan Alhamdulillah Gus Yasin bekerja cukup bagus untuk kita membuat contoh-contoh di beberapa tempat. Selain itu, pelatihan dan pembinaan sektor UKM/IKM serta wisata halal di Jateng, kalau nggak didampingi mereka bisa gagal, maka harus didampingi betul," ucap Ganjar.
Upaya keempat, Ganjar mengatakan bahwa pihaknya melakukan penguatan ekonomi digital, seperti memasilitasi kerjasama promosi produk UKM dengan marketplace dan pengembangan industri kreatif digital. "Karena nggak bisa gitu-gitu aja, kita mesti lompat sedikit agar kita bisa tahu ini bisa dilaksanakan dan mengikuti perkembangan zaman," tuturnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, upaya pertama yang dilakukan adalah penguatan halal value chain/rantai pasok halal di wilayah Jawa Tengah, di mana pemerintah provinsi memasilitasi sertifikasi produk halal. Untuk melakukan hal itu, pihaknya menggandeng Majelis Ulama Indonesia agar secara prosedur dan tarif mudah dimengerti.
Kemudian, pemerintah provinsi Jawa Tengah juga melakukan pembinaan terhadap bisnis akomodasi, makanan dan minuman dan perhotelan syariah yang harus didorong terus-menerus dan jangan sampai kemudian menjadi eksklusif.
Baca juga: Mudik Dilarang, Pengusaha Logistik Bakal Raup Cuan
"Lalu, pengembangan potensi wisata halal, di mana salah satunya hotel tidak ada karaokenya, akses untuk ibadahnya bagus, lalu lalang orangnya bikin nyaman," ujar Ganjar dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan 'Peran Sektor Keuangan Syariah dalam Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi di Jawa Tengah' secara virtual, Jumat (23/4/2021).
Upaya kedua, Ganjar menuturkan, adalah melakukan penguatan keuangan syariah, diantaranya pengembangan industri keuangan syariah. "Kami memasilitasi pengembangan lembaga keuangan mikro (LKM) syariah di Jateng dan penguatan filantrophy di Jateng melalui Baznas," kata dia.
Upaya ketiga, dia menyebut bahwa pemerintah provinsi Jawa Tengah melakukan penguatan terhadap UMKM sebagai penggerak utama produk halal value chain dengan pengembangan dan pelatihan koperasi pondok pesantren (Kopontren) di Jateng oleh Dinas Koperasi dan UKM.
Baca juga: Bebas dari Kejaran Rentenir, Pelaku UMKM Bergantung ke Holding BUMN Ultra Mikro
"Tentu Pak Wagub (wakil gubernur) saya minta ambil alih ini dan Alhamdulillah Gus Yasin bekerja cukup bagus untuk kita membuat contoh-contoh di beberapa tempat. Selain itu, pelatihan dan pembinaan sektor UKM/IKM serta wisata halal di Jateng, kalau nggak didampingi mereka bisa gagal, maka harus didampingi betul," ucap Ganjar.
Upaya keempat, Ganjar mengatakan bahwa pihaknya melakukan penguatan ekonomi digital, seperti memasilitasi kerjasama promosi produk UKM dengan marketplace dan pengembangan industri kreatif digital. "Karena nggak bisa gitu-gitu aja, kita mesti lompat sedikit agar kita bisa tahu ini bisa dilaksanakan dan mengikuti perkembangan zaman," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :