FAO Apresiasi Pertanian Indonesia

Jum'at, 23 April 2021 - 18:54 WIB
loading...
FAO Apresiasi Pertanian...
Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kanan) berbicang dengan Kepala Perwakilan FAO di Indonesia Richard Trenchard (kiri) di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (23/4/2021). (Foto/Humas Kementan)
A A A
JAKARTA - Food and Agriculture Organization (FAO) di Indonesia mengapresiasi pertanian di Indonesia. FAO menilai kebijakan pembangunan pertanian yang ditempuh Pemerintah Indonesia terbukti berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Saat masa sulit seperti pandemi sekarang ini, sektor pertanian Indonesia telah memberikan kontribusi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi positif. Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan patut dihargai,” kata Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Richard Trenchard saat menemui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, Jumat (23/4/2021).

(Baca juga:Banyak Kemajuan, Cara Indonesia Menjaga Hutan Diapresiasi FAO)

Diketahui, selama pandemi peran sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia cukup signifikan. Pasalnya, sektor pertanian berhasil meningkatkan pertumbuhan PDB sektor pertanian sekitar 2,19% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).

“Pertanian Indonesia dapat terus bergerak maju karena kolaborasi dan kebersamaan dari seluruh stakeholder untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Pertanian Indonesia, menurutnya luar biasa, ini bisa dilihat betapa banyak orang yang bekerja, jutaan perempuan maupun laki-laki. Petani didukung oleh pemerintah, baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten. Richard juga melihat peran serta perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan juga sektor swasta yang terus mendorong pertumbuhan pertanian di negara ini.

(Baca juga:Hadiri Konferensi FAO, Mentan SYL Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan RI)

Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi perhatian dan kontribusi yang diberikan oleh FAO bagi pembangunan pertanian Indonesia. “Kami mengapresiasi support yang telah diberikan, lebih dari 650 proyek dan program kerja sama, dan dukungan lebih dari 1.600 tenaga ahli dan konsultan internasional dan nasional sangat membantu untuk pembangunan pertanian Indonesia,” kata Mentan.

Di depan Richard Trebchard, Mentan SYL menyampaikan jurus-jurus bagaimana ketangguhan pertanian mampu menjadi tulang punggung saat pandemi Covid-19 melalui 5 Cara Bertindak (CB). Ini sebagai bentuk kebijakan dalam menjaga ketahanan pangan untuk meningkatkan produksi yang berdaya saing dengan dukungan penyediaan sarana prasarana melalui teknologi melalui.

(Baca juga:Kepala BKP Kementan Pimpin Delegasi RI dalam Sidang Virtual FAO Council ke-164)

Mentan mengungkapkan keoptimisannya dengan 5 CB yang memiliki kesamaan dengan 5 jalur aksi yang dikembangkan PBB untuk Food System Summit. “Kami senang saat mendapati bahwa 5 CB yang kami upayakan ternyata sejalan dengan Lima Jalur Aksi (5 Action Tracks) yang dikembangkan oleh PBB untuk Food System Summit,” ungkap Mentan Syahrul.

Untuk menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, kata Syahrul, Kementan mengembangkan beberapa kebijakan. Di antaranya meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik, mengembangkan pertanian modern, serta meningkatkan ekspor komoditas pertanian.

(Baca juga:Luhut Waspadai Pernyataan FAO soal Krisis Pangan)

Dukungan FAO, yang selama ini dilakukan yaitu penguatan sistem pangan dan pertanian keluarga yang dilakukan bersama Badan Ketahanan Pangan. Selain itu juga ada penguatan aspek kesehatan hewan dan sektor peternakan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Juga ada percepatan digitalisasi sektor pertanian melalui kerja sama e-Agriculture seperti yang dikembangkan bersama Pusdatin dan Badan Litbang Pertanian,” katanya. sudarsono
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Produksi Beras Bisa...
Produksi Beras Bisa Tembus 33,19 Juta Ton, Dekati Prediksi FAO dan USDA
Cetak Sejarah Baru,...
Cetak Sejarah Baru, FAO Prediksi Produksi Beras Indonesia Capai 35,6 Juta Ton
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
FAO Ungkap 43,5% Penduduk...
FAO Ungkap 43,5% Penduduk Indonesia Tak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi lewat MBG
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved