Vaksinasi Diyakini Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi, Ketatnya Pasokan Jadi Tantangan

Jum'at, 23 April 2021 - 22:50 WIB
loading...
Vaksinasi Diyakini Bisa...
Percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah mendapatkan apresiasi dari kalangan pengusaha. Namun penyediaan vaksin menjadi tantangan bagi pemerintah di tengah ketatnya pasokan vaksin akibat embargo. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah mendapatkan apresiasi dari kalangan pengusaha. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia , Shinta Kamdani menggatakan, percepatan program vaksinasi dapat menjadi sarana percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: 17.387 Perusahaan Ikut Vaksinasi Gotong Royong, Kadin Setop Pendaftaran

Pasalnya, hal ini dapat menimbulkan rasa aman bagi masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi. "Tentu, pemulihan ekonomi bisa terjadi ketika kasus Covid-19 sudah bisa dikendalikan," jelas Shinta.

"Dan memang walaupun sudah ada upaya dalam protokol kesehatan, kemudian pemerintah melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) tetap tidak tercukupi. Maka, diperlukan vaksinasi. Jadi kita mendorong program vaksinasi nasional yang saat ini berjalan, yang tengah diprioritaskan seperti untuk masyarakat lanjut usia," jelas Shinta.

Lebih lanjut, Shinta menjelaskan, para pengusaha juga turut berpartisipasi membantu pemerintah mewujudkan herd immunity, dengan program vaksinasi yang menyasar 181,5 juta masyarakat atau sekitar 70 persen masyarakat Indonesia.

"Kami sebagai pengusaha, ikut membantu pemerintah untuk mencapai herd immunity dengan program vaksinasi mandiri atau gotong royong. Jadi ini memang kerja sama antara pemerintah dan pengusaha untuk menyukseskan vaksinasi. Kita harapkan jika herd immunity sudah terbentuk, perekonomian akan semakin membaik," jelas Shinta.

Namun, kata Shinta, penyediaan vaksin menjadi tantangan bagi pemerintah di tengah ketatnya pasokan vaksin akibat embargo dari produksi vaksin seperti India.

"Target pemerintah adalah 15-18 bulan herd immunity sudah terbentuk. Dan itu harus dilakukan dengan vaksinasi 1 juta perhari, ini bukan angka yang kecil. Tantangannya adalah penyediaan vaksin yang sekarang semua negara berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin. Jadi pemerintah perlu memastikan penyediaan vaksin berjalan dengan baik," ungkap Shinta.

Baca Juga: Dampak Embargo India, Menkes: Stok Vaksin Indonesia Tinggal 7 Juta

Pemerintah sendiri terus berupaya mengakselerasi program vaksinasi guna mencapai target 500 ribu dosis suntikan per hari dan capaian ini akan terus di akselerasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyebutkan, sebanyak 17 juta dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan kepada masyarakat Indonesia, termasuk 3,2 juta suntikan untuk lanjut usia.

"Dalam penanganan pandemi Covid-19 ini tidak cukup dilakukan hanya oleh pemerintah, namun diperlukan partisipasi dari semua elemen masyarakat. Kesadaran masyarakat dan peran aktif lembaga-lembaga swadaya masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat dan para relawan sangat diperlukan," ujar Airlangga dalam peluncuran “Program Home Care & Home Delivery Vaksinasi 10.000 Lansia untuk Negara” yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Husada.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Jaga Kesehatan Keuangan,...
Jaga Kesehatan Keuangan, Kadin Minta Perbankan Beri Keringanan Bunga Utang ke Pengusaha
MBG Butuh 700 Juta Telur,...
MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Gaet Pengusaha China
Dunia Usaha Butuh Ketenangan...
Dunia Usaha Butuh Ketenangan dan Kepastian, Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak
Salurkan Hewan Kurban...
Salurkan Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia, AYP: Bukti Kepedulian Kadin ke Sesama
AYP Serahkan Hewan Kurban...
AYP Serahkan Hewan Kurban ke Musala An-Nur Bukit Duri
Kadin Perindustrian...
Kadin Perindustrian Beberkan Pemicu Penjualan Kendaraan Niaga Naik di Februari 2026
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved