Kemenperin Apresiasi BUMN yang Membangun Industri Digital
Sabtu, 24 April 2021 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
"Pada kesempatan ini, Kemenperin memberikan penghargaan dan apresiasi kepada PT Pegadaian (Persero), sebagai perusahaan jasa non-manufaktur pertama yang menginisiasi pelaksanaan INDI 4.0. Oleh karena itu, Kemenperin bersama Kementerian BUMN melakukan kolaborasi yang lebih luas lagi dalam pelaksanaan asesmen INDI 4.0 untuk badan usaha milik negara dengan tujuan untuk mendukung program Making BUMN 4.0," papar Agus.
Hal tersebut melatarbelakangi inisiasi penandatanganan MoU tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Menteri Perindustrian dan Menteri BUMN di Kantor Kementerian Perindustrian.
Baca juga:Eks Perwira US Navy Ungkap Penyebab Kapal Selam Nanggala-402 Sulit Ditemukan
Selain Pegadaian, PT Pupuk Kalimantan Timur juga memperoleh penghargaan yang sama untuk industri manufaktur. Penghargaan diterima oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi. Atas keberhasilan kedua BUMN tersebut, asesmen INDI 4.0 akan dilanjutkan pada perusahaan BUMN lainnya sebagai upaya mewujudkan Indonesia 4.0.
"Making Indonesia 4.0 akan berlanjut pada periode 2020-2024, sehingga transformasi ekonomi dapat berjalan baik," kata Agus.
Hal tersebut melatarbelakangi inisiasi penandatanganan MoU tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Menteri Perindustrian dan Menteri BUMN di Kantor Kementerian Perindustrian.
Baca juga:Eks Perwira US Navy Ungkap Penyebab Kapal Selam Nanggala-402 Sulit Ditemukan
Selain Pegadaian, PT Pupuk Kalimantan Timur juga memperoleh penghargaan yang sama untuk industri manufaktur. Penghargaan diterima oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi. Atas keberhasilan kedua BUMN tersebut, asesmen INDI 4.0 akan dilanjutkan pada perusahaan BUMN lainnya sebagai upaya mewujudkan Indonesia 4.0.
"Making Indonesia 4.0 akan berlanjut pada periode 2020-2024, sehingga transformasi ekonomi dapat berjalan baik," kata Agus.
(uka)
Lihat Juga :