Stop Urbanisasi, Bangkitkan Ekonomi Desa

Senin, 26 April 2021 - 05:39 WIB
loading...
A A A
Dia juga menilai desa memiliki potensi yang luar biasa besar jika dikelola dengan baik. Potensi tersebut terutama ada pada sektor pangan. Dengan dukungan teknologi digital, maka potensi desa tersebut siap meledak dan membangkitkan ekonomi yang lesu terdampak pandemi.

Sofyan menyebut, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa perputaran uang di desa setiap bulannya khusus untuk kebutuhan pangan bisa mencapai Rp5 miliar. Perputaran uang terbesar untuk konsumsi pangan terjadi di desa di Pulau Jawa yakni antara Rp3-5% miliar untuk 42 jenis komoditas pangan. Adapun desa di luar Jawa rata-rata berbelanja pangan Rp1-3 miliar per bulan.

“Sekitar 57% desa itu ada di Jawa. Jika setiap desa Rp3-5 miliar, maka perputaran uang untuk food consumption saja per bulan itu luar biasa sekali. Desa kita ini sebenarnya kaya sekali, tapi oleh pemerintah ini masih sering dilihat kurang prospek,” ujarnya.

Sofyan mengatakan, dari satu sektor itu saja, yakni food consumption, kalau bisa ditekuni pemerintah itu akan menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat besar. Apalagi jika dilakukan industrialisasi pangan. Dia mencontohkan, buah markisa yang dihasilkan petani, untuk jadi markisa dalam kemasan tidak perlu lagi diproduksi di kota, namun cukup di desa saja dengan cara mengaktifkan BUMDes sebagai lokomotif ekonomi desa.

Baca juga: Harapan dan Tantangan Penyuluhan Pertanian Masa Kini

Dia berharap pemerintah utamanya menteri keuangan, menteri koordinator bidang perekonomian, dan menteri pemuda dan olahraga bisa bersinergi dalam memanfaatkan momentum kembalinya pekerja usia muda ke desa ini. Jika mampu memberikan pekerjaan yang baik, dijamin jumlah warga desa yang melakukan urbanisasi akan menurun jauh. “Saya kira waktunya untuk curi start, menggaet para pemuda-pemudi itu agar tidak kembali lagi ke kota, melainkan memilih berjibaku dengan desa menghasilkan hal yang produktif dan tinggal pemerintah menjamin mekanisme pasar yang ada,” ujar Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB ini.

Soal tingginya fenomena pekerja kota yang memilih pulang kampung di saat pandemi ini juga diakui Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Masyita Crystallin. Saat di kampung, warga umumnya menekuni pekerjaan sebagai petani. Hal ini tak berlebihan sebab kampung menyediakan lapangan pekerjaan bidang pertanian yang lebih siap.

Namun Masyita menilai, tren pergerakan warga pulang ke desa ini juga bisa dimaknai positif. Sebab di tengah pandemi saat ini, sektor pertanian mengalami partumbuhan yang bagus. Berdasarkan data BPS, pada akhir 2020 lalu, sektor pertanian tercatat tumbuh 2,15% secara tahunan (year on year/yoy). "Sektor pertanian masih mampu bertahan, jadi sektor pertanian itu merupakan juga the agent financial crisis dulu," ucap Masyita beberapa waktu lalu.

Berpijak realitas ini, ke depan sektor pertanian bisa menjadi andalan baru bagi perekonomian jika mengalami krisis. Karena di saat sektor lain mengalami kontraksi, namun pertanian masih mampu berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Dan dari desalah banyak sektor pertanian selama ini bertumpu. "Sektor ini juga merupakan sektor masa depan yang bisa meningkatkan value addedn-ya karena dia mampu menyelamatkan perekonomian pada saat sektor lain sedang lemah," ucapnya.

Persempit Kesenjangan Desa-Kota
Namun ekonom INDEF Rusli Abdullah mengatakan, fenomena ruralisasi di masa pandemi sangat mungkin hanya bersifat temporal. Jika nanti seandainya pandemi Covid-19 berakhir, bisa jadi para pekerja, termasuk pemuda desa, akan balik lagi ke kota.

Oleh karena itu dia menilai kementerian yang terkait dengan pembangunan desa, yakni Kementerian Desa dan PDTT, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Koperasi dan UKM, perlu memanfaatkan momentum ruralisasi ini. Surplus SDM usia produktif di desa saat ini jangan sampai disia-siakan. Pemerintah bisa membuat program yang baik. Dengan demikian, sangat mungkin para pekerja yang kembali ke desa itu bisa tetap dibuat bertahan sehingga tidak lagi memilih melakukan urbanisasi ke kota yang memicu masalah tersendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
BRI Resmikan Kick-Off...
BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Bupati hingga Kementerian...
Bupati hingga Kementerian PKP Hadiri Peluncuran EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Rekomendasi
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Berita Terkini
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved