Benarkah Radikalisme Merasuki Perusahaan Pelat Merah? Ini Kata Pakar BUMN
Selasa, 27 April 2021 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Tak lama berselang, publik kembali dikejutkan dengan pengunduran diri Kuntjoro Pinardi yang baru lima hari menjabat sebagai Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero). Keputusan itu diambil setelah dirinya dikaitkan dengan isu pendukung gerakan radikalisme dan pemulangan eks-ISIS ke Indonesia.
Baca Juga: Pejabat PT Pelni Dicopot karena Pengajian, Fadli Zon: Bentuk Tindakan Islamophobia
Kuntjoro tegas menepis dirinya merupakan pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun, dia mengaku, pernah menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat pesta demokrasi pada 2014 lalu.
Dua kejadian tersebut lantas memicu pertanyaan publik, apakah hal itu bisa disimpulkan bahwa paham radikalisme memang telah berkembang di BUMN sehingga tindakan tegas kerap diambil?
Menurut Direktur Eksekutif BUMN Institute Achmad Yunus, dua peristiwa tersebut tidak serta merta menyimpulkan adanya paham radikal di perusahaan pelat merah. Namun, dia tidak menafikan bahwa potensi itu bisa saja terjadi.
"Isu radikalisme di BUMN itu tidak betul. Kalaupun ada oknum karyawan yang terpapar pastinya hanya sedikit dan bisa diatasi oleh masing-masing perusahaan," kata Achmad saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (27/4/2021).
Baca Juga: Pejabat PT Pelni Dicopot karena Pengajian, Fadli Zon: Bentuk Tindakan Islamophobia
Kuntjoro tegas menepis dirinya merupakan pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun, dia mengaku, pernah menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat pesta demokrasi pada 2014 lalu.
Dua kejadian tersebut lantas memicu pertanyaan publik, apakah hal itu bisa disimpulkan bahwa paham radikalisme memang telah berkembang di BUMN sehingga tindakan tegas kerap diambil?
Menurut Direktur Eksekutif BUMN Institute Achmad Yunus, dua peristiwa tersebut tidak serta merta menyimpulkan adanya paham radikal di perusahaan pelat merah. Namun, dia tidak menafikan bahwa potensi itu bisa saja terjadi.
"Isu radikalisme di BUMN itu tidak betul. Kalaupun ada oknum karyawan yang terpapar pastinya hanya sedikit dan bisa diatasi oleh masing-masing perusahaan," kata Achmad saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (27/4/2021).
Lihat Juga :