Laba Meroket 788% di 3 Bulan Pertama 2021, Intip Nih Laporan RS Siloam
Rabu, 28 April 2021 - 11:47 WIB
loading...
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021, dimana lebih tinggi 788,51% dibanding periode 31 Maret 2020. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp143,89 miliar atau lebih tinggi 788,51% dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp16,19 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,91 triliun atau naik 32,48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,44 triliun dengan laba per saham dasar Rp88,51.
Baca Juga: Dokter Tirta Kecam Aksi Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas rawat inap (jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli, obat dan perlengkapan medis, kamar rawat inap, fasilitas rumah sakit, kamar operasi, pendapatan administrasi lainnya) dan rawat jalan (jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli, obat dan perlengkapan medis, fasilitas rumah sakit,pendapatan administrasi lainnya).
Pendapatan rawat inap tercatat Rp1,05 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp807,73 miliar. Sementara pendapatan rawat jalan tercatat Rp855,34 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp635,50 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,91 triliun atau naik 32,48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,44 triliun dengan laba per saham dasar Rp88,51.
Baca Juga: Dokter Tirta Kecam Aksi Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas rawat inap (jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli, obat dan perlengkapan medis, kamar rawat inap, fasilitas rumah sakit, kamar operasi, pendapatan administrasi lainnya) dan rawat jalan (jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli, obat dan perlengkapan medis, fasilitas rumah sakit,pendapatan administrasi lainnya).
Pendapatan rawat inap tercatat Rp1,05 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp807,73 miliar. Sementara pendapatan rawat jalan tercatat Rp855,34 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp635,50 miliar.
Lihat Juga :