Cara Pinjam Dana Online untuk Bisnis Kue Kering Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19
Jum'at, 22 Mei 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Biaya Produksi
Tepung terigu : Rp250.000
Telur : Rp80.000
Gula halus : Rp80.000
Margarin : Rp60.000
Coklat bubuk : Rp45.000
Vanili : Rp25.000
Cengkih : Rp20.000
Mentega : Rp30.000
Tepung maizena : Rp50.000
Selai : Rp25.000
Keju :Rp50.000
Hiasan untuk kue :Rp20.000
Pengemas kue kering :Rp20.000
Toples plastik :Rp500.000
Biaya air dan listrik :Rp100.000
Total :Rp1.355.000
Jika Anda menjual satu toples kue kering seharga Rp40.000, lalu mampu memproduksi 100 toples, maka estimasi omset yang didapat adalah Rp4.000.000. Lalu, kurangi pendapatan tersebut dengan biaya variabel untuk menghitung laba bersih:
Rp4.000.000 – Rp1.355.000 = Rp2.645.000
Modal tetap adalah investasi Anda untuk menjalankan usaha kue kering. Jadi, tidak dihitung sebagai modal utama.
Cara memanfaatkan pinjaman dana untuk modal bisnis
Melihat modal investasi untuk bisnis kue kering ini lumayan merogoh kocek yang dalam, lebih baik Anda memanfaatkan layanan pinjam dana tunai dari berbagai macam lembaga keuangan baik konvensional maupun online. Namun, di tengah pandemi Covid-19 dimana kita semua harus membatasi kegiatan di luar rumah, maka lebih baik Anda memanfaatkan pinjam dana online dari fintech yang sudah tepercaya seperti Kredivo
Mengapa harus Kredivo?
Kredivo telah terdaftar di OJK sejak awal tahun 2018, jadi dipastikan aman untuk digunakan dalam hal pinjam dana atau kredit barang secara online. Bukan cuma itu aja, tingkat suku bunga yang dimiliki Kredivo juga cukup rendah, yaitu 2,95% per bulan dengan opsi tenor 3/6/12 bulan di 350+ merchant online seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia. Ada juga Seratafoods dan Titanbaking, merchant online yang memang khusus menjual bahan dan peralatan untuk membuat kue.
Tepung terigu : Rp250.000
Telur : Rp80.000
Gula halus : Rp80.000
Margarin : Rp60.000
Coklat bubuk : Rp45.000
Vanili : Rp25.000
Cengkih : Rp20.000
Mentega : Rp30.000
Tepung maizena : Rp50.000
Selai : Rp25.000
Keju :Rp50.000
Hiasan untuk kue :Rp20.000
Pengemas kue kering :Rp20.000
Toples plastik :Rp500.000
Biaya air dan listrik :Rp100.000
Total :Rp1.355.000
Jika Anda menjual satu toples kue kering seharga Rp40.000, lalu mampu memproduksi 100 toples, maka estimasi omset yang didapat adalah Rp4.000.000. Lalu, kurangi pendapatan tersebut dengan biaya variabel untuk menghitung laba bersih:
Rp4.000.000 – Rp1.355.000 = Rp2.645.000
Modal tetap adalah investasi Anda untuk menjalankan usaha kue kering. Jadi, tidak dihitung sebagai modal utama.
Cara memanfaatkan pinjaman dana untuk modal bisnis
Melihat modal investasi untuk bisnis kue kering ini lumayan merogoh kocek yang dalam, lebih baik Anda memanfaatkan layanan pinjam dana tunai dari berbagai macam lembaga keuangan baik konvensional maupun online. Namun, di tengah pandemi Covid-19 dimana kita semua harus membatasi kegiatan di luar rumah, maka lebih baik Anda memanfaatkan pinjam dana online dari fintech yang sudah tepercaya seperti Kredivo
Mengapa harus Kredivo?
Kredivo telah terdaftar di OJK sejak awal tahun 2018, jadi dipastikan aman untuk digunakan dalam hal pinjam dana atau kredit barang secara online. Bukan cuma itu aja, tingkat suku bunga yang dimiliki Kredivo juga cukup rendah, yaitu 2,95% per bulan dengan opsi tenor 3/6/12 bulan di 350+ merchant online seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia. Ada juga Seratafoods dan Titanbaking, merchant online yang memang khusus menjual bahan dan peralatan untuk membuat kue.