alexametrics

Cara Pinjam Dana Online untuk Bisnis Kue Kering Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19

loading...
Cara Pinjam Dana Online untuk Bisnis Kue Kering Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19
Persiapkan modal untuk menjual kue kering dengan cara pinjam dana.
A+ A-
JAKARTA - Lebaran memang kurang lengkap bila tidak disuguhi kue kering seperti kastengel, putri salju, nastar, atau sagu keju. Meskipun berada di tengah kepungan wabah Covid-19, suasana hangat di hari kemenangan tampaknya tetap dipertahankan walaupun dengan cara yang berbeda.

Tidak bisa dipungkiri kalau minat orang-orang untuk mengonsumsi kue kering pada Lebaran tahun ini bisa dibilang tidak surut. Hal itu terlihat dari banyaknya penawaran dan juga promo menarik dari para produsen di beberapa platform media sosial maupun e-commerce.

Bagi Anda yang suka bikin kue atau jago baking, bagaimana? Tertarik mencoba peluang bisnis ini?

Sebelum melangkah lebih jauh dan mulai memasak, lebih baik ketahui dulu berapa modal yang akan Anda persiapkan untuk menjual kue kering ini dan bagaimana cara mendapatkan modal dengan cara pinjam dana

Ketahui dulu modal untuk bisnis kue kering
Berikut rincian biaya untuk usaha bisnis kue kering:

Modal Tetap/Investasi
Etalase kue kering : Rp2.000.000
Oven kue : Rp1.500.000
Mixer kue : Rp1.000.000
Loyang : Rp120.000
Kompor beserta tabung gas : Rp500.000
Kuas : Rp5.000
Wadah : Rp35.000
Cetakan kue : Rp35.000
Gilingan adonan kue : Rp250.000
Teplon : Rp80.000
Pisau : Rp25.000
Sendok : Rp20.000
Panci : Rp150.000
Serbet : Rp14.000
Peralatan tambahan : Rp50.000
Total : Rp5.784.000

Sebagai catatan tambahan, Anda bisa menggunakan peralatan yang sudah ada. Jadi Anda bisa menghemat modal tetap yang harus dikeluarkan.

Biaya Produksi
Tepung terigu : Rp250.000
Telur : Rp80.000
Gula halus : Rp80.000
Margarin : Rp60.000
Coklat bubuk : Rp45.000
Vanili : Rp25.000
Cengkih : Rp20.000
Mentega : Rp30.000
Tepung maizena : Rp50.000
Selai : Rp25.000
Keju :Rp50.000
Hiasan untuk kue :Rp20.000
Pengemas kue kering :Rp20.000
Toples plastik :Rp500.000
Biaya air dan listrik :Rp100.000
Total :Rp1.355.000

Jika Anda menjual satu toples kue kering seharga Rp40.000, lalu mampu memproduksi 100 toples, maka estimasi omset yang didapat adalah Rp4.000.000. Lalu, kurangi pendapatan tersebut dengan biaya variabel untuk menghitung laba bersih:

Rp4.000.000 – Rp1.355.000 = Rp2.645.000

Modal tetap adalah investasi Anda untuk menjalankan usaha kue kering. Jadi, tidak dihitung sebagai modal utama.

Cara memanfaatkan pinjaman dana untuk modal bisnis

Melihat modal investasi untuk bisnis kue kering ini lumayan merogoh kocek yang dalam, lebih baik Anda memanfaatkan layanan pinjam dana tunai dari berbagai macam lembaga keuangan baik konvensional maupun online. Namun, di tengah pandemi Covid-19 dimana kita semua harus membatasi kegiatan di luar rumah, maka lebih baik Anda memanfaatkan pinjam dana online dari fintech yang sudah tepercaya seperti Kredivo

Mengapa harus Kredivo?

Kredivo telah terdaftar di OJK sejak awal tahun 2018, jadi dipastikan aman untuk digunakan dalam hal pinjam dana atau kredit barang secara online. Bukan cuma itu aja, tingkat suku bunga yang dimiliki Kredivo juga cukup rendah, yaitu 2,95% per bulan dengan opsi tenor 3/6/12 bulan di 350+ merchant online seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia. Ada juga Seratafoods dan Titanbaking, merchant online yang memang khusus menjual bahan dan peralatan untuk membuat kue.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan fitur pinjam dana tunai berupa mini loan dan jumbo loan dengan opsi tenor 30 hari, 3 bulan dan 6 bulan, dimana Anda bisa langsung mencairkan limit dan dana akan dikirim ke rekening Anda dalam hitungan menit.

Mekanisme cicil bahan dan peralatan untuk bisnis kue di E-Commerce

Sebelum ke tahap mekanisme atau cara mencicil bahan dan peralatan untuk bisnis kue di e-commerce pakai Kredivo, yang pertama Anda perlu mendaftarkan diri ke Kredivo terlebih lebih dulu. Caranya dengan mendaftar langsung melalui aplikasi Kredivo yang dapat diunduh secara gratis di Google Play Store atau App Store. Ada pula syarat yang harus dipenuhi sebelum bisa daftar akun Kredivo, yaitu:

WNI berusia 19-60 tahun.
Memiliki penghasilan tetap minimum Rp3 juta per bulan.
Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Setelah itu, pilih daftar sebagai akun Premium. Siapkan beberapa dokumen seperti KTP, NPWP sebagai bukti penghasilan, dan akun e-commerce yang aktif dan ada histori transaksinya untuk diupload dan disambungkan saat mendaftar akun Kredivo.

Tunggu proses approval dalam waktu 1 x 24 jam apabila pendaftaran sudah selesai. Anda akan menerima limit langsung ketika pendaftaran disetujui. Nah, limit yang berbentuk nontunai ini bisa langsung digunakan untuk bertransaksi di merchant rekanan Kredivo yang sesuai kebutuhan Anda. Prosesnya mudah dan layanannya menguntungkan sekali bukan? Yuk, segera daftarkan diri Anda!
(alf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top