Lama Tak Ada Temuan Besar di Indonesia, Kepercayaan Investor Migas Terpengaruh
Rabu, 28 April 2021 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ada upaya peningkatan produksi melalui 4 pilar utama dalam mencapai target di tahun 2030. Pertama, optimalisasi produksi lapangan eksisting. Kedua, transformasi sumber daya kontijen ke produksi. Ketiga, mempercepat chemical EOR, dan keempat, eksplorasi untuk penemuan besar.
Sekretaris SKK Migas Taslim Yunus mengatakan, ada tiga kondisi global yang mempengaruhi industri hulu migas, yaitu pengendalian pandemi Covid-19, fluktuasi harga minyak, dan tren investasi global. Imbas masif pandemi dan anjloknya harga minyak membuat investasi turun tajam.
Pada tahun 2020-2025, investasi migas diperkirakan turun tajam sebesar USD500 miliar. Asia Pasifik turun USD64 miliar atau 13% dari total penurunan. Dengan begitu, porsi investasi yang masuk ke Asia Tenggara dan Indonesia semakin kecil
"Beberapa perusahaan migas besar juga memangkas investasinya. Seperti ExxonMobil memangkas 30%, Shell dan Chevron 20%, BP dan ENI mengurangi hingga 25%," jelasnya.
Sekretaris SKK Migas Taslim Yunus mengatakan, ada tiga kondisi global yang mempengaruhi industri hulu migas, yaitu pengendalian pandemi Covid-19, fluktuasi harga minyak, dan tren investasi global. Imbas masif pandemi dan anjloknya harga minyak membuat investasi turun tajam.
Pada tahun 2020-2025, investasi migas diperkirakan turun tajam sebesar USD500 miliar. Asia Pasifik turun USD64 miliar atau 13% dari total penurunan. Dengan begitu, porsi investasi yang masuk ke Asia Tenggara dan Indonesia semakin kecil
"Beberapa perusahaan migas besar juga memangkas investasinya. Seperti ExxonMobil memangkas 30%, Shell dan Chevron 20%, BP dan ENI mengurangi hingga 25%," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :