Lama Tak Ada Temuan Besar di Indonesia, Kepercayaan Investor Migas Terpengaruh
Rabu, 28 April 2021 - 16:08 WIB
loading...
Lama Indonesia tak menemukan giant discovery membuat kepercayaan investor di sektor migas terpengaruh. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan produksi gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030 tidak mudah dicapai.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, produksi minyak di Indonesia pun telah lama dalam periode menurun atau decline. Butuh investasi untuk mendongkrak kembali produksi migas.
Baca Juga: Kejar Target Produksi Migas di 2030 RI Butuh Investasi Rp2.618 T
"Telah lama sejak Indonesia menemukan giant discovery. Hal ini cukup mempengaruhi tingkat kepercayaan investor untuk berinvestasi di sisi hulu migas ini," ujarnya dalam webinar SKK Migas, Rabu (28/4/2021).
Menurutnya, untuk mencapai target tersebut sangat diperlukan pengungkit untuk meningkatkan investasi. Beberapa kebijakan yang telah dilakukan antara lain kemudahan proses perizinan melalui one door service policy.
"Ini sudah di-launching di SKK Migas pada Januari 2020 dan proses perizinan semakin cepat dari sebelumnya 4 hari kerja menjadi 3,1 hari kerja," ungkapnya.
Baca Juga: Pukul Mundur Kelompok Lekagak Telenggen 1,6 Km, Pasukan TNI Polri Tembak 5 Anggota OPM
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, produksi minyak di Indonesia pun telah lama dalam periode menurun atau decline. Butuh investasi untuk mendongkrak kembali produksi migas.
Baca Juga: Kejar Target Produksi Migas di 2030 RI Butuh Investasi Rp2.618 T
"Telah lama sejak Indonesia menemukan giant discovery. Hal ini cukup mempengaruhi tingkat kepercayaan investor untuk berinvestasi di sisi hulu migas ini," ujarnya dalam webinar SKK Migas, Rabu (28/4/2021).
Menurutnya, untuk mencapai target tersebut sangat diperlukan pengungkit untuk meningkatkan investasi. Beberapa kebijakan yang telah dilakukan antara lain kemudahan proses perizinan melalui one door service policy.
"Ini sudah di-launching di SKK Migas pada Januari 2020 dan proses perizinan semakin cepat dari sebelumnya 4 hari kerja menjadi 3,1 hari kerja," ungkapnya.
Baca Juga: Pukul Mundur Kelompok Lekagak Telenggen 1,6 Km, Pasukan TNI Polri Tembak 5 Anggota OPM
Lihat Juga :