Tuntutan Ganti Rugi Imaterial Terdampak Kilang Balongan Tak Memiliki Ukuran Jelas
Rabu, 28 April 2021 - 23:32 WIB
loading...
Tuntutan ganti rugi imaterial seperti dampak traumatik sebagian warga Balongan, dinilai tidak memiliki ukuran jelas. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tuntutan ganti rugi imaterial seperti dampak traumatik sebagian warga Balongan dari kebakaran kilang, dinilai tidak memiliki ukuran jelas. Sebab, menurut Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Syaefudin, persoalan trauma terkait dengan medis, sehingga untuk mengatasinya pun harus melalui pendekatan medis.
“Landasan ukurannya belum jelas. Karena yang lebih bisa menentukan seseorang terdampak trauma adalah ukuran medis,” kata Syaefudin kepada media.
Baca Juga: Ada Unsur Pidana di Kebakaran Kilang Balongan, FSPPB Minta Semua Pihak Menahan Diri
Itu sebabnya, Syaefudin lebih mendukung upaya Pertamina yang akan menyiapkan psikolog dan progam trauma healing. Upaya-upaya tersebut, jelasnya, dinilai tepat untuk mengatasi trauma akibat terbakarnya tangki Kilang Balongan .
“Nah, kalau hal itu sangat setuju. Sebab memang tidak ada cara lain untuk mengatasi persoalan imaterial seperti trauma atau kaget,” lanjutnya.
“Makanya saya meminta, agar jangan ada ‘penumpang’ yang mempengaruhi warga dengan memanfaatkan situasi. Kalau ada aspirasi yang ingin disampaikan, hendaknya pertimbangan perhitungan logis dan tidak mengada-ada,” tegasnya.
Dalam konteks itu pula, Syaefudin meminta warga untuk menerima upaya Pertamina yang akan melakukan ganti rugi rumah dan properti warga yang rusak akibat terbakarnya tangki Kilang Balongan.
“Landasan ukurannya belum jelas. Karena yang lebih bisa menentukan seseorang terdampak trauma adalah ukuran medis,” kata Syaefudin kepada media.
Baca Juga: Ada Unsur Pidana di Kebakaran Kilang Balongan, FSPPB Minta Semua Pihak Menahan Diri
Itu sebabnya, Syaefudin lebih mendukung upaya Pertamina yang akan menyiapkan psikolog dan progam trauma healing. Upaya-upaya tersebut, jelasnya, dinilai tepat untuk mengatasi trauma akibat terbakarnya tangki Kilang Balongan .
“Nah, kalau hal itu sangat setuju. Sebab memang tidak ada cara lain untuk mengatasi persoalan imaterial seperti trauma atau kaget,” lanjutnya.
“Makanya saya meminta, agar jangan ada ‘penumpang’ yang mempengaruhi warga dengan memanfaatkan situasi. Kalau ada aspirasi yang ingin disampaikan, hendaknya pertimbangan perhitungan logis dan tidak mengada-ada,” tegasnya.
Dalam konteks itu pula, Syaefudin meminta warga untuk menerima upaya Pertamina yang akan melakukan ganti rugi rumah dan properti warga yang rusak akibat terbakarnya tangki Kilang Balongan.
Lihat Juga :