Catatan Wapres Soal Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah: Kurang Agresif
Kamis, 29 April 2021 - 09:50 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin memberikan, catatan soal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dimana menurutnya diperlukan upaya-upaya strategis dan agresif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah mendorong ekonomi dan keuangan syariah agar bisa go global. Bahkan, pemerintah menargetkan jika ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bisa menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah yang saat ini sedang didorong oleh pemerintah sudah berjalan baik. Namun, untuk lebih mengakselerasi lebih jauh, diperlukan upaya-upaya strategis dan agresif pada implementasinya.
"Bagaimana ada gerakan-gerakan yang agresif," ujarnya dalam keteranganya, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga: Wapres Dorong Digitalisasi dalam Pengumpulan dan Pengelolaan Zakat
Wapres menilai, masih terdapat tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Misalnya di bidang industri halal dimana masih ditemukannya kendala dalam proses pendataan produk halal.
Hal ini terjadi salah satunya karena kendala yang terdapat dalam proses sertifikasi halal serta tantangan dalam mengidentifikasi jenis produk tersebut. Sebab, produk halal bukan hanya makanan dan minuman saja, namun juga termasuk obat, kosmetik, dan fashion.
Baca Juga: Wapres Ingin BPD Ikuti Jejak BSI: Jadi Bank Syariah
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah yang saat ini sedang didorong oleh pemerintah sudah berjalan baik. Namun, untuk lebih mengakselerasi lebih jauh, diperlukan upaya-upaya strategis dan agresif pada implementasinya.
"Bagaimana ada gerakan-gerakan yang agresif," ujarnya dalam keteranganya, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga: Wapres Dorong Digitalisasi dalam Pengumpulan dan Pengelolaan Zakat
Wapres menilai, masih terdapat tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Misalnya di bidang industri halal dimana masih ditemukannya kendala dalam proses pendataan produk halal.
Hal ini terjadi salah satunya karena kendala yang terdapat dalam proses sertifikasi halal serta tantangan dalam mengidentifikasi jenis produk tersebut. Sebab, produk halal bukan hanya makanan dan minuman saja, namun juga termasuk obat, kosmetik, dan fashion.
Baca Juga: Wapres Ingin BPD Ikuti Jejak BSI: Jadi Bank Syariah
Lihat Juga :