Dari Untung jadi Buntung, Ramayana Rugi Rp85 Miliar di Kuartal I

Senin, 03 Mei 2021 - 08:59 WIB
loading...
Dari Untung jadi Buntung,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatatkan rugi pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp85,66 miliar atau berbalik dibanding 31 Maret 2020 dengan laba sebesar Rp13,29 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp490,94 miliar atau turun 46,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp916,13 miliar dengan rugi per saham dasar Rp12,71.

Baca juga: Rugi Dihantam Corona, Begini Kondisi Ramayana

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan barang beli putus dan komisi penjualan konsinyasi. Penjualan barang beli putus tercatat Rp397,89 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp768,26 miliar; komisi penjualan konsinyasi tercatat Rp93,04 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp147,87 miliar.

RALS mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan barang beli putus di kuartal I-2021 menjadi Rp277,06 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp542,51 miliar, beban penjualan umum dan administrasi juga mengalami penurunan menjadi Rp302,77 miliar dari sebelumnya Rp415,11 miliar. Biaya keuangan juga turun menjadi Rp8,10 miliar dari sebelumnya Rp12,32 miliar.

Baca juga: COVID-19 India: Sehari 3.689 Meninggal, Akan Gunakan Krematorium Anjing

Sementara itu, kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp170,59 miliar, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp266,33 miliar dan kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp51,97 miliar.

Ramayana Lestari Sentosa mencatatkan liabilitas sebesar Rp1,51 triliun dan ekuitas Rp3,63 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp5,14 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp5,28 triliun.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Watsons Apotek Bintaro...
Watsons Apotek Bintaro Sektor 9 Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Health & Beauty Retail di Indonesia
Di Balik Booming Bisnis...
Di Balik Booming Bisnis F&B Indonesia, Ada Silent Killer Ekspansi
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Minimarket, Warung,...
Minimarket, Warung, dan Emosi yang Perlu Didisiplinkan
UBM Hadirkan Pakar Global...
UBM Hadirkan Pakar Global Bahas Bisnis Ritel Berkelanjutan
Rayakan Bulan Suci,...
Rayakan Bulan Suci, OH!SOME Hadirkan Ramadan Penuh Kebersamaan
Rekomendasi
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved