Kebangkitan Kembali Kejayaan Sarinah, Tunggu Tanggal Mainnya di Bulan November

loading...
Kebangkitan Kembali Kejayaan Sarinah, Tunggu Tanggal Mainnya di Bulan November
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Sarinah bangkit dari tidur, dimana Sarinah akan menjadi pusat daripada brand-brand lokal. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan peresmian Gedung Sarinah akan dilakukan pada November 2021 ini. Sebelumnya peresmian ditargetkan pada Agustus tahun ini.

Baca Juga: Ada Proyek MRT Bundaran HI-Monas, Menara Jam Sarinah Bakal Direlokasi

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, peresmian gedung Sarinah menandakan kembalinya masa kejayaan Gedung yang dibangun oleh Mendiang Presiden Soekarno Putra sejak memimpin Indonesia. Dimana, sang proklamator menginginkan Indonesia memiliki pusat perbelanjaan modern yang diintegrasikan atau didasarkan pada kultur bangsa Indonesia.

"Insya Allah November (2021) ini Sarinah bangkit dari tidur, dimana Sarinah akan menjadi pusat daripada brand- brand lokal yang selama ini dianggap nomor 2," ujar Erick Thohir kepada wartawan di gedung Kementerian BUMN, Selasa (4/5/2021).

Usai peresmian, Mantan Bos Inter Milan itu meyakini Sarinah akan memperjuangan sepuluh produk Indonesia yang berasal dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dipasarkan di kancah global. Produk tersebut beragam, dua di antaranya adalah coklat dan yang sudah dikurasi oleh pihak berwenang.



Pemugaran atau renovasi gedung Sarinah sendiri tak akan menghilangkan cagar budaya yang dahulu sudah pernah ada. Artinya, nilai-nilai sejarah akan tetap dipertahankan dan menjadi kekuatan tersendiri bagi Sarinah. Salah satunya, kolam pantul yang akan menjadi objek bagi para turis.

Baca Juga: Pesan Menteri Basuki Soal Relief Bersejarah Warisan Soekarno di Gedung Sarinah

Di sisi bisnis, PT Sarinah (Persero) nantinya menyediakan tempat bagi UMKM di Gedung Sarinah. Bahkan, manajemen pelat merah ini akan berupaya agar produk-produk UMKM mampu bersaing di pasar global.

Meski begitu, dalam skema bisnis baru ini, manajemen tetap mengakomodir produk asing. Namun dengan catatan, pelaku pasar dari produk asing bisa bekerja sama dengan UMKM.

Transformasi Sarina juga mengikuti tren pasar saat ini karena bisnis ritel bersifat sangat dinamis. Karena itu, manajemen akan menyediakan trading house yang akan mempertemukan pembeli dan penjual produk UMKM yang berorientasi pada ekspor.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top