Punya Aset Rp37 Triliun, Apa Kabar Holding BUMN Pertahanan
Kamis, 06 Mei 2021 - 20:31 WIB
loading...
Skema Holding BUMN Pertahanan masih dalam proses dimatangkan oleh para pemegang saham. Nilai industri pertahanan Indonesia sendiri mencapai Rp37 triliun, dimana menurut Wamen BUMN, Pahala Mansury bukan angka yang kecil. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Skema Holding BUMN Pertahanan masih dalam proses dimatangkan oleh para pemegang saham. Nilai industri pertahanan Indonesia sendiri mencapai Rp37 triliun, dimana menurut Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury bukan angka yang kecil.
"Aset industri pertahanan milik negara sebesar Rp37 triliun, ini termasuk jumlah yang besar, bukan holding yang kecil dan termasuk klaster BUMN yang luar biasa," ujar Pahala, Kamis (6/5/2021).
Baca Juga: Pascamusibah KRI Nanggala, Pemerintah Didesak Percepat Holding BUMN Pertahanan
PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero) ditunjuk sebagai anggota holding. Sementara, PT Len Industri (Persero) induk perusahaannya.
Kementerian BUMN menilai, sektor pertahanan dalam negeri perlu dioptimalkan. Karena itu BUMN industri pertahanan (Indhan) perlu menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR), khususnya, merealisasikan visi dan roadmap Kementerian periode 2020-2024.
"Aset industri pertahanan milik negara sebesar Rp37 triliun, ini termasuk jumlah yang besar, bukan holding yang kecil dan termasuk klaster BUMN yang luar biasa," ujar Pahala, Kamis (6/5/2021).
Baca Juga: Pascamusibah KRI Nanggala, Pemerintah Didesak Percepat Holding BUMN Pertahanan
PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero) ditunjuk sebagai anggota holding. Sementara, PT Len Industri (Persero) induk perusahaannya.
Kementerian BUMN menilai, sektor pertahanan dalam negeri perlu dioptimalkan. Karena itu BUMN industri pertahanan (Indhan) perlu menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR), khususnya, merealisasikan visi dan roadmap Kementerian periode 2020-2024.
Lihat Juga :