Mentan SYL Pastikan Jagung Petani di Sulsel Terserap

Minggu, 19 April 2020 - 19:15 WIB
loading...
Mentan SYL Pastikan...
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat berada di PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Foto: SINDOnews/Suwarny Dammar
A A A
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Ri, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan produsen pakan ternak dan penyedia pangan di Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (19/4/2020).

Kehadirannya untuk memastikan agar perusahaan tersebut senantiasa menyerap hasil produksi petani, khususnya komoditas jagung dan ternak ayam dalam masa pandemi covid-19.

Perusahaan yang dikunjungi, salah satunya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI). Kunjungannya diterima Senior Vice President PT CPNI, Christian Tiono, HR and GA Manager PT CPI, Baso Alim Bahri beserta jajaran.

Pada kesempatan itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo meminta komitmen PT CPI untuk menyerap seluruh hasil panen petani jagung di seluruh Indonesi, khususnya di Sulsel.

Apalagi, kata dia, saat ini tengah memasuki musim panen sehingga dipastikan hasilnya harus dapat dibeli oleh produsen termasuk PT CPI.

“Saya berharap PT CPI mendukung pemerintah dalam kondisi pandemi covid-19 seperti ini, salah satunya dengan tetap menerima hasil panen jagung petani dengan tetap mempertimbangkan segala syarat yang sudah ditetapkan. Dengan demikian, dipastikan perputaran ekonomi tetap terjaga yang berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya, di sela-sela kunjungannya.

Dia mengatakan, tak hanya sekadar menyerap saja, tapi juga dalam membeli hasil panen petani diharapkan tetap mengacu pada harga dasar pembelian pemerintah ke petani.

“Harga tentunya harus mengacu pada ketentuan, dan tidak ada permainan. Tujuannya supaya tidak ada ruang bagi tengkulak mempermainkan hasil petani. Untuk itu, telah dibentuk satgas mengawasi. Jika ditemukan melanggar maka akan disanksi,” ungkapnya.

Mantan Gubernur Sulsel ini menuturkan, kehadirannya juga sebagai bentuk dukungan seluruh stakeholder terkait bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi dalam pemenuhan pangan.

“Saya pastikan seluruh kebutuhan pangan aman, komoditas jagung maupun ayam berjalan normatif. Tidak ada kegamangan untuk panen raya jagung khsusunya di Sulsel semua aman. Industri kita yakin dengan kondisi saat ini mereka akan menyerap seluruhnya baik Charoen Pokphand maupun PT Japfa. Mereka siap membeli,” terangnya.

Termasuk, komitmen bahwa ayam peternak akan diserap dan disesuaikan, serta ditampung sesuai proses yang ada. Sehingga dipastikan berita yang beredar jika harga ayam jatuh sama sekali tidak benar.

Sementra itu, berdasarkan data Kementan, memprediksi dalam masa tiga kali panen raya jagung yakni pada bulan Februari-April, Juli-Agustus dan panen ketiga pada bulan November-Desember, jika berdasarkan prognosa Kementan, produksi jagung sepanjang tahun 2020 diperkirakan mencapai 24,16 juta ton. Hal ini membuat stok jagung aman sepanjang tahun 2020.

Terkait produksi pakan, pada tahun 2020 ini diperkirakan produksi pakan mencapai 21,53 juta ton atau tumbuh sekitar 5% dibandingkan produksi pakan tahun 2019 (20,5 juta ton). Proyeksi kebutuhan jagung pada tahun 2020 untuk pabrik pakan sebesar 8,5 juta ton dan untuk peternak sebesar 3,48 juta ton. Oleh karena itu diharapkan tahun 2020 Indonesia dapat surplus jagung.

Sementara itu, Senior Vice President PT CPNI, Christian Tiono memastikan akan mendukung pemerintah melalui Kementan, dengan senantiasa membeli hasil produksi jagung petani dengan ketentuan syarat kadar air, jamur dan beberapa lainnya dipenuhi dengan baik.

“Saat ini kami membeli jagung petani dengan harga Rp3.150 dengan kadar air 17%, tentunya jika kadar airnya jauh lebih bagus dan memenuhi segala standarnya kami akan membelinya dengan harga lebih tinggi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ini rata-rata pembelian jagung per bulannya mencapai 2.000 ton per hari. Diharapkan, tidak terkoreksi pascapandemi, khusus untuk pakannya. Namun diprediksi akan terpengaruh, karena beberapa restoran tutup sehingga dipastikan permintaan ayam turun.

“Silo kami mampu menampug 42 ribu ton jagung, sementara untuk produksi pakan ternak yang kita hasilkan mencapai 40 ribu ton per bulan dan dikirim seluruh Sulawesi, Kalimantan timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT sampai Papua dan sebagian besar disuplay dari Jawa Timur dan Jawa Barat dan di Makassar menyuplai di Indonesia Timur,” ungkapnya.

Diketahui, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPNI) adalah perusahaan berbasis agribisnis di Indonesia.

Perusahaan juga memproduksi kantong plastik anyaman dan peralatan peternakan. CPNI terbagi menjadi beberapa unit, seperti pakan ternak, pengembangbiakan ternak, pengolahan ternak, dan unit kantong plastik.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo-Trump Teken...
Prabowo-Trump Teken Kesepakatan, Ayam hingga Jagung AS Bakal Masuk RI
Mentan Amran Ungkap...
Mentan Amran Ungkap Potensi NTB Jadi Pusat Komoditas Bawang Putih dan Jagung Nasional
Indonesia Larang Impor...
Indonesia Larang Impor Beras, Gula, dan Jagung Mulai 2026
Bangun 100 Gudang Gabah...
Bangun 100 Gudang Gabah dan Jagung Petani, Pemerintah Siapkan Rp5 Triliun
Panen Raya, Prabowo...
Panen Raya, Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung Indonesia ke Malaysia
Bapanas Minta Penyerapan...
Bapanas Minta Penyerapan Beras dan Jagung oleh Bulog Dikawal Ketat
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Benih Berkualitas Angkat...
Benih Berkualitas Angkat Hasil Panen Jagung Petani Jateng
Polri Distribusikan...
Polri Distribusikan 1.765 Ton Jagung ke Gudang Bulog
Rekomendasi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved