Pemerintah Siapkan Rp417,8 Triliun di Infrastruktur, Bisnis Baja GRP Pede Menatap 2021

Jum'at, 07 Mei 2021 - 23:39 WIB
loading...
Pemerintah Siapkan Rp417,8...
Alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktu sebesar Rp417,8 triliun menjadi angin segar buat industri baja. Hal ini membuat PT Gunung Raja Paksi Tbk, salah satu produsen besi baja optimis. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang disiapkan pemerintah pada tahun 2021 sebesar Rp417,8 triliun menjadi angin segar buat industri baja. Hal ini membuat PT Gunung Raja Paksi Tbk , salah satu produsen besi baja , optimis kinerja bisnis perusahaan akan meningkat pada tahun ini.

Presiden Direktur PT GRP, Abednedju Giovano Warani Sangkaeng menerangkan, kinerja perusahaan pada tahun lalu tertekan pada Q2 dan Q3, tetapi dapat segera pulih dan meningkat secara signifikan pada Q4 2020. Secara year-onyear, kinerja pada tahun 2020 lebih baik dibandingkan dengan kinerja 2019, bahkan di tengah situasi pandemic COVID-19.

Baca Juga: Transformasi dan Investasi, GRP Berkomitmen Jaga Lingkungan Tetap Hijau

Tren peningkatan ini diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2021-2025. Hal itu seiring dengan besarnya belanja infrastruktur pemerintah dalam APBN 2021.

"Pertumbuhan kinerja industri baja diperkirakan akan semakin kuat pada tahun 2021 karena pertumbuhan industri konstruksi, yang terutama didorong oleh alokasi untuk proyek infrastruktur di APBN," ungkap Argo Sangkaeng.

Pemerintah Siapkan Rp417,8 Triliun di Infrastruktur, Bisnis Baja GRP Pede Menatap 2021


Kondisi ekonomi makro yang positif juga mendukung, pertumbuhan signifikan bagi GRP. Beberapa strategi disiapkan GRP dalam upaya mendongkrak bisnis di 2021 dan hingga empat tahun ke depan.

Mulai dari meningkatkan tata kelola dan kontrol perusahaan untuk mencapai proses yang lebih efisien. Hingga memperkenalkan transparansi biaya dan mendapatkan bauran produk yang tepat. Lalu disiapkan investasi pada peningkatan teknologi, pergantian mesin yang lebih efisien, hingga menambah produk dan kapasitas produksi.

Lebih lanju Agro mengingatkan, bahwa Industri baja adalah asset nasional yang perlu dilindungi oleh pemerintah. "Untuk itu kami berharap pemerintah melindungi industri baja dalam negeri dan memastikan daya saing yang lebih kompetitif di pasar," ungkapnya.

Trade remedies semisal yakni tindakan yang diambil untuk merespon subsidi (countervailing duty), penjualan di bawah nilai wajar (antidumping) dan lonjakan impor (safeguards).

Sementara itu sebelumnya pemerintah menjabarkan, kebijakan pembangunan infrastruktur tahun 2021 merupakan pembangunan berkelanjutan pascapandemi Covid-19 dengan penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas.

Baca Juga: PKPU GRP Resmi Dicabut!, Dua Faktor Ini Jadi Dasarnya

Kebijakan infrastruktur diarahkan pada infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata, pembangunan sarana kesehatan masyarakat dan kebutuhan dasar seperti air, sanitasi, pemukiman untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional.

Anggaran infrastruktur 2021 juga diperuntukan untuk penyelesaian kegiatan prioritas yang tertunda di tahun 2020. Tercatat untuk konektivitas akan dibangun jalan sepanjang 965,4 km, jembatan sepanjang 26,9km, jalur kereta api 446,56 kilometer spoor (km'sp), dan bandara 10 unit/lokasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
TNI Hidupkan Desa yang...
TNI Hidupkan Desa yang Lama 'Mati Suri' di Pedalaman Jambi
Rekomendasi
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved