Pembangunan Smelter Freeport, MIND ID Masih Diskusi dengan Tsingshan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 21:12 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan Mind ID buka-bukaan tentang rencana pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Hingga kini, pembangunan smelter tersebut masih belum terlaksana.
Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, pihaknya sejauh ini memiliki dua opsi untuk pembangunan smelter PTFI. Pertama adalah di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur dan yang kedua di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.
Semula, pembangunan smelter akan dilakukan di Gresik, namun karena adanya pandemi Covid-19 terpaksa berhenti. Kemudian, perusahaan Tsingshan Steel datang menawarkan pembangunan smelter di Halmahera dengan biaya yang lebih murah dan pengerjaan yang lebih cepat.
Mengenai pembangunan smelter di Halmahera, Orias mengaku masih dalam proses diskusi dan belum ada keputusan apapun yang diambil. Hal ini sekaligus membantah kabar yang menyebutkan PTFI menolak rencana kerja sama dengan Tsingshan yang sebelumnya sempat beredar.
Baca juga: Mau Go Public, MIND ID dan Inalum Harus 'Cerai' Dulu
"Awalnya kan bangun di Gresik, tapi karena Covid-19 semua berhenti. Saat berhenti, Tsingshan nawarin katanya lebih cepat dan murah. Kita masih diskusi semurah apa, soal timing dan kualitas juga," ujarnya kepada media, dikutip pada Sabtu (8/5/2021).
Orias pun menargetkan agar keputusan pembangunan smelter PTFI bisa diputuskan segera. Ditargetkan, setelah lebaran atau antara Juni dan Juli keputusan lokasi pembangunan smelter bisa segera dilakukan.
Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, pihaknya sejauh ini memiliki dua opsi untuk pembangunan smelter PTFI. Pertama adalah di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur dan yang kedua di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.
Semula, pembangunan smelter akan dilakukan di Gresik, namun karena adanya pandemi Covid-19 terpaksa berhenti. Kemudian, perusahaan Tsingshan Steel datang menawarkan pembangunan smelter di Halmahera dengan biaya yang lebih murah dan pengerjaan yang lebih cepat.
Mengenai pembangunan smelter di Halmahera, Orias mengaku masih dalam proses diskusi dan belum ada keputusan apapun yang diambil. Hal ini sekaligus membantah kabar yang menyebutkan PTFI menolak rencana kerja sama dengan Tsingshan yang sebelumnya sempat beredar.
Baca juga: Mau Go Public, MIND ID dan Inalum Harus 'Cerai' Dulu
"Awalnya kan bangun di Gresik, tapi karena Covid-19 semua berhenti. Saat berhenti, Tsingshan nawarin katanya lebih cepat dan murah. Kita masih diskusi semurah apa, soal timing dan kualitas juga," ujarnya kepada media, dikutip pada Sabtu (8/5/2021).
Orias pun menargetkan agar keputusan pembangunan smelter PTFI bisa diputuskan segera. Ditargetkan, setelah lebaran atau antara Juni dan Juli keputusan lokasi pembangunan smelter bisa segera dilakukan.
Lihat Juga :