Kepak Mata Uang Garuda Hari Ini Didorong Data Buruk Tenaga Kerja AS
Senin, 10 Mei 2021 - 08:47 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Doping penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergulir. Kemarin, doping penguatan itu datang dari data Bank Indonesia terkait posisi cadangan devisa per akhir April yang naik sebesar USD1,7 miliar menjadi USD138,8 miliar.
Kini pendongkrak kurs rupiah itu datang dari tuan rumah mata uang Greenback sendiri. Data tenaga kerja AS Non-Farm Payrolls yang baru dirilis memperlihatkan kondisi yang lebih buruk dari proyeksi pasar.
Baca juga:Mulai dari Perusahaan Konstruksi, Bank, hingga Migas Dilaporkan Soal THR
Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan, hasil buruk itu memberikan penegasan bahwa Bank Sentral AS belum akan mendiskusikan mengenai pengurangan stimulus moneter saat ini. Keputusan itu membawa angin segar bagi sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
"Dan ini bisa menjaga dolar AS tetap melemah terhadap nilai tukar lainnya," ujar Ariston di Jakarta, Senin (10/5/2021).
Kini pendongkrak kurs rupiah itu datang dari tuan rumah mata uang Greenback sendiri. Data tenaga kerja AS Non-Farm Payrolls yang baru dirilis memperlihatkan kondisi yang lebih buruk dari proyeksi pasar.
Baca juga:Mulai dari Perusahaan Konstruksi, Bank, hingga Migas Dilaporkan Soal THR
Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan, hasil buruk itu memberikan penegasan bahwa Bank Sentral AS belum akan mendiskusikan mengenai pengurangan stimulus moneter saat ini. Keputusan itu membawa angin segar bagi sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
"Dan ini bisa menjaga dolar AS tetap melemah terhadap nilai tukar lainnya," ujar Ariston di Jakarta, Senin (10/5/2021).
Lihat Juga :