Ada 2,3 Juta Pekerja Migran RI di Malaysia, Separuhnya Tak Berdokumen
Senin, 10 Mei 2021 - 16:11 WIB
loading...
Indonesia diakui masih memiliki banyak PR terkait para pekerja migrannya di luar negeri. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia diakui masih memiliki banyak pekerjaan rumah terkait penempatan pekerja migran di luar negeri. Salah satu contohnya adalah pekerja migran Indonesia di Malaysia yang berjumlah sekitar 2,3 juta orang, namun separuh lebih diantaranya tidak berdokumen.
"Mereka pekerja harian lepas, bekerja mingguan juga, dan saya kira ini mereka menjadi kelompok yang paling terdampak karena lockdown itu membuat mereka kehilangan pekerjaan," ungkap Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (10/5/2021).
Baca Juga: Perlu Diplomasi Khusus untuk Perjuangkan Pekerja Migran Indonesia
Menurut dia, dengan adanya lockdown, pekerja migran yang tidak berdokumen itu otomatis kehilangan pekerjaan karena tidak berstatus sebagai pekerja kontrak.
"Statusnya bisa digaji harian atau digaji mingguan. Dengan adanya lockdown, adanya pembatasan mobilitas, tentu mereka juga akan kesulitan menjangkau tempat kerjanya. Karena Malaysia pun misalnya dalam konteks ini menerapkan sekuritisasi untuk lockdown pendekatan keamanan," kata Wahyu.
"Mereka pekerja harian lepas, bekerja mingguan juga, dan saya kira ini mereka menjadi kelompok yang paling terdampak karena lockdown itu membuat mereka kehilangan pekerjaan," ungkap Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (10/5/2021).
Baca Juga: Perlu Diplomasi Khusus untuk Perjuangkan Pekerja Migran Indonesia
Menurut dia, dengan adanya lockdown, pekerja migran yang tidak berdokumen itu otomatis kehilangan pekerjaan karena tidak berstatus sebagai pekerja kontrak.
"Statusnya bisa digaji harian atau digaji mingguan. Dengan adanya lockdown, adanya pembatasan mobilitas, tentu mereka juga akan kesulitan menjangkau tempat kerjanya. Karena Malaysia pun misalnya dalam konteks ini menerapkan sekuritisasi untuk lockdown pendekatan keamanan," kata Wahyu.
Lihat Juga :