Dikepung Pandemi, Industri Reksa Dana Tetap Sakti

Selasa, 11 Mei 2021 - 12:14 WIB
loading...
Dikepung Pandemi, Industri...
Foto/Ilustrasi
A A A

JAKARTA- Berbagai data keuangan nasional menunjukkan perekonomian nasional dalam tren pemulihan. Ini membuat proyeksi underlying reksa dana akan ikut terdongkrak. Bahkan ditengah situasi pandemi saat ini, dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) industri reksa dana hanya turun tipis pada Maret 2021.

Berdasarkan data dari lembaga Infovesta Utama AUM industri reksa dana tercatat turun dari Rp589,58 triliun pada Februari 2021, menjadi Rp584,76 triliun atau hanya turun tipis sebesar 0,82%. Infovesta Utama, menyebut, penurunan AUM Industri ini sendiri tidak terlepas dari pelemahan kinerja underlying asset dari setiap jenis reksadana. Di mana dari pasar saham sendiri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang bulan Maret mencatatkan imbal hasil negatif sebesar 5,57%.

Menariknya, untuk reksa dana berbasis saham (yaitu reksa dana saham, reksa dana indeks, dan reksa dana ETF) justru mengalami kenaikan UP. Ini menunjukkan para investor tetap miliki minat yang tinggi pada pasar saham terlebih harga saham berada pada posisi yang lebih murah. Sedangkan, untuk reksa dana pasar uang j justru mengalami penurunan unit penyertaan terbesar mencapai 2,56%.

Berbeda dengan dana kelolaan, jumlah investor saham maupun reksa dana sepanjang kuartal pertama tahun 2021, berhasil mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pertumbuhan ini melanjutkan tren positif yang sudah terjadi sepanjang tahun lalu.

Baca juga:Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Alihkan Dananya ke Investasi Reksa Dana

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga kuartal I/2021 jumlah investor saham ritel tercatat sudah mencapai 2,17 juta investor. Sementara pada akhir Desember 2020, jumlah investor saham yang tercatat dalam single investor identification (SID) mencapai 1,69 juta akun. Sehingga sepanjang kuartal I/2021 ada kenaikan 28,40%.

Kenaikan investor juga terjadi pada instrumen reksa dana. Berdasarkan data KSEI, jika pada akhir Desember 2020 jumlah investor reksa dana mencapai 3,18 juta, maka pada akhir Maret 2021 jumlahnya naik mencapai 4,17 juta atau ada pertumbuhan 31,13%.

Tentu bukan jumlah yang sedikit ditengah situasi pandemi saat ini. Hal ini menandakan minat investor terhadap investasi di reksa dana masih cukup tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Rekomendasi
Microdrama China The...
Microdrama China The Little Lucky Star Tayang di V+Short, Ini Sinopsisnya
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Curhat Sering Dicueki Anak, Syuting Jadi Obat Kesepian
Berita Terkini
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved