Pesawat Carter Angkut TKA China ke Indonesia, Menhub Bilang Dilarang Loh!

loading...
Pesawat Carter Angkut TKA China ke Indonesia, Menhub Bilang Dilarang Loh!
Menhub Budi Karya Sumadi menerangkan, pemerintah memutuskan tidak ada lagi penerbangan carter dari luar negeri. Usai ketahuan 157 tenaga kerja asing China masuk ke Indonesia saat larangan mudik. Foto/Dok
JAKARTA - Masuknya pesawat carter yang datang dari luar negeri dengan membawa Tenaga Kerja Asing (TKA) China menjadi perhatian di tengah larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Terkait hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerangkan, pemerintah memutuskan tidak ada lagi penerbangan carter dari luar negeri.

Baca Juga: Ratusan TKA China yang Datang ke Indonesia Tiba di Morowali Pakai Pesawat Charter

Sambung dia menambahkan, hal itu berlaku pada masa larangan mudik atau hingga 17 Mei 2021 mendatang. Khususnya yang mengangkut Tenaga Kerja Asing (TKA) dari luar negeri.

“Telah disetujui di dalam rapat terbatas bahwa tidak ada lagi penerbangan charter dari luar negeri yang beroperasi melayani tenaga kerja asing selama masa peniadaan mudik,” ujarnya dalam keteranganya, Selasa (11/5/2021).



Meskipun begitu, pihaknya telah menyiapkan skema kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI). Di mana, ada beberapa jadwal kepulangan PMI dari Malaysia ke Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

Menurut Menhub, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. Sehingga untuk mengangkut PMK sampai tempat tujuan akhir ini bisa menggunakan dan disiapkan kendaraan transportasi seperti kapal dan bus.

“Kemenhub telah berkoordinasi dengan operator transportasi untuk menyiapkan kapal-kapal dan juga bus untuk mengangkut mereka sampai ke tempat tujuan akhir mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Penerbangan Carter Dilarang, Kemenhub Harus Berani Tindak Tegas Maskapai yang Langgar

Sebagai informasi sebelumnya, Maskapai Lion Air membuka rute penerbangan Wuhan-Jakarta. Kementerian Perhubungan pun buka suara soal rute penerbangan ini di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

Ternyata, penerbangan tersebut bukanlah penerbangan berjadwal atau reguler, melainkan penerbangan charter.



Penerbangan charter telah memenuhi persyaratan terbang dan mendapatkan Flight Approval (FA) pada tanggal 18-19 April 2021 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk melayani penerbangan charter dengan tujuan pengangkutan WNA asal China untuk kepentingan pekerjaan atau perusahaan.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top