Hirup Udara Segar di California, Bos Pertamina: Akan Nikmat Bila RI Bebas Polusi

loading...
Hirup Udara Segar di California, Bos Pertamina: Akan Nikmat Bila RI Bebas Polusi
Saat melakukan lawatan ke Amerika Serikat (AS) hingga merayakan Lebaran di Negeri Paman Sam, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menikmati segarnya udara pagi di California. Foto/Dok
JAKARTA - Saat melakukan lawatan ke Amerika Serikat (AS) hingga merayakan Lebaran di Negeri Paman Sam, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) , Nicke Widyawati menikmati segarnya udara pagi di California. Hal itu membuatnya berpikir, akan nikamti apabila suasana serupa bisa dirasakan di Indonesia.

Bos Pertamina itu menegaskan, kunjungan perwakilan pemerintah ke AS bukan untuk liburan. Melainkan, bertemu dengan sejumlah perusahaan untuk menjajaki kerja sama. Kolaborasi itu bertujuan mengurangi emisi karbon secara masif di Indonesia.

"Apalagi, setelah jalan pagi dan menghirup udara segar di California, membuat saya berpikir sungguh nikmat apabila Indonesia memiliki udara yang segar dan jauh dari polusi," kata Dirut Pertamina, Nicke Widyawati.

Baca Juga: Rayakan Idul Fitri dalam Kewaspadaan, Erick Thohir: Sabar Ya!



Keberadaan Nicke diketahui tengah melaksanakan Idul Fitri di Amerika Serikat (AS) bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Mantan Bos Inter Milan itu memang mengunjungi negara Paman Sam beberapa hari lalu bersama dengan sejumlah petinggi BUMN. Dalam kunjungan itu, delegasi Indonesia menjajaki sejumlah kerja sama baik di bidang energi, kesehatan, dan investasi.

Kabar Erick masih berada di AS disampaikan langsung oleh Nicke Widywati melalui akun Instagramnya @nick_widyawati. "Saya tidak mudik, tapi saya bertolak ke negara Paman Sam bersama Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir," tulis Nicke.

Dalam unggahan itu, Bos Pertamina itu menegaskan, kunjungan perwakilan pemerintah ke AS bukan untuk liburan. Melainkan, bertemu dengan sejumlah perusahaan untuk menjajaki kerja sama. Kolaborasi itu bertujuan mengurangi emisi karbon secara masif di Indonesia.

"Apalagi, setelah jalan pagi dan menghirup udara segar di California, membuat saya berpikir sungguh nikmat apabila Indonesia memiliki udara yang segar dan jauh dari polusi," katanya.

Di bidang energi, Kementerian BUMN melalui PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, telah melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Air Products & Chemical Inc. (Air Products) dalam proyek strategis nasional gasifikasi batu bara.



Kerja sama dilakukan Pertamina dengan ExxonMobil di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang ditujukan untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan

Pemerintah mengklaim, kerja sama gasifikasi bisa menghemat cadangan devisa hingga 9,7 triliun rupiah per tahun dan menyerap 10.000 tenaga kerja. Sementara, dengan ExxonMobil ada potensi kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi migas untuk sektor hulu, hilir, energi terbarukan maupun potensi lainnya.

Baca Juga: Gandeng AS Garap Gasifikasi Batubara, Erick Thohir Ingin Hilangkan Ketergantungan Impor

Di bidang kesehatan, Kementerian BUMN fokus pada kolaborasi antara Holding Rumah Sakit BUMN, Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dengan sejumlah institusi kesehatan terkemuka di Amerika Serikat.

Seperti, pusat perawatan kanker City of Hope National Medical Center, pusat penanganan kesehatan dan kebugaran komunitas lansia University of South Carolina (USC) School of Gerontology, juga pusat praktik klinik, riset, dan pendidikan Mayo Clinic.

Sementara di sektor investasi, Menteri BUMN melakukan pertemuan dengan beberapa private equities yang berbasis di California, Amerika Serikat untuk menarik investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) Sovereign Wealth Fund.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top