Kena Denda USD2,8 Miliar, Alibaba Tekor Rp23,8 Triliun

Sabtu, 15 Mei 2021 - 08:36 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Perang dengan Hamas Memanas, 120 Personel Militer AS Hengkang dari Israel

Pengamat industri memperkirakan bahwa fokus strategis Alibaba akan melihat perubahan yang jelas dari ketergantungannya pada fintech dan ritel online. Tetapi ekosistem secara keseluruhan akan tetap utuh.

"Pada 2021, prioritas perusahaan adalah mematuhi peraturan dan mendapatkan izin untuk fintech dan divisi lainnya. Jadi ekspansi bisnis juga bisa melambat," kata Wang. Dia menilai bahwa perusahaan akan lebih banyak berpartisipasi di sektor-sektor yang melibatkan ekonomi riil, seperti mendorong digitalisasi industri jasa.

Dalam beberapa bulan terakhir, regulator keuangan China juga telah memanggil Ant Group, badan keuangan Alibaba, untuk membicarakan praktik bisnis keuangannya yang bermasalah, setelah penangguhan daftar mega ganda di bursa saham Shanghai dan Hong Kong tahun lalu. Raksasa fintech itu diminta merombak bisnisnya untuk mengubah dirinya menjadi perusahaan induk keuangan.

"Ini berarti keuntungan perusahaan dari arbitrase regulasi akan menguap. Tetapi Alibaba perlu secara aktif merangkul pengawasan yang ditingkatkan, yang kondusif untuk pengembangan jangka panjangnya," kata Wang.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
Rekomendasi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved