Kunjungan Wisatawan Membludak Selama Libur Lebaran, Sandiaga Uno Ingatkan Buku Panduan CHSE
Senin, 17 Mei 2021 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pihaknya juga menerbitkan sertifikasi CHSE bagi para pelaku industri parekraf agar dapat memberi jaminan dan keselamatan bagi wisatawan.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya diakui Sandiaga Uno telah bersinergi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait, Satgas Covid-19 serta Pemda untuk memantau penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.
"Untuk menindaklanjuti, kami akan berkoordinasi, terutama dengan pemerintah daerah dan juga pengelola tempat wisata untuk mengevaluasi kunjungan wisatawan yang over capacity (melampaui kapasitas). Jangan sampai di tempat wisata kita melihat masyarakat yang abai protokol kesehatan," ungkap Sandiaga Uno.
"Evaluasinya selama ini tentunya kami masih melihat plus dan minus (kekurangan dan kelebihan), buku panduan ini sudah dibagikan dan sudah disosialisasikan-diedukasikan, namun penerapannya, tentunya masih ada dalam tiga kategori," tambahnya.
Kategori tersebut antara lain, pelaku parekraf yang sudah melakukan secara ketat dan disiplin, pelaku parekraf yang masih membutuhkan perbaikan dan pelaku parekraf yang sama sekali belum menerapkan protokol kesehatan ketat dan disiplin.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan Kemenparekraf akan terus bekerjasama dengan aparat dan pemerintah daerah untuk memastikan kepatuhan akan penerapan protokol kesehatan. Di samping itu, pihaknya membutuhkan peran serta dari masyarakat agar patuh dan tidak abai dengan protokol kesehatan.
Alasannya karena keselamatan bangsa untuk terlepas dari jeratan covid-19 bergantung kepada kemampuan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.
"Kami akan secara tegas berkoordinasi untuk menindaklanjuti agar dalam beberapa hari ke depan ini bisa kita tingkatkan, agar tidak memicu penularan covid-19," ungkap Sandiaga Uno.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya diakui Sandiaga Uno telah bersinergi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait, Satgas Covid-19 serta Pemda untuk memantau penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.
"Untuk menindaklanjuti, kami akan berkoordinasi, terutama dengan pemerintah daerah dan juga pengelola tempat wisata untuk mengevaluasi kunjungan wisatawan yang over capacity (melampaui kapasitas). Jangan sampai di tempat wisata kita melihat masyarakat yang abai protokol kesehatan," ungkap Sandiaga Uno.
"Evaluasinya selama ini tentunya kami masih melihat plus dan minus (kekurangan dan kelebihan), buku panduan ini sudah dibagikan dan sudah disosialisasikan-diedukasikan, namun penerapannya, tentunya masih ada dalam tiga kategori," tambahnya.
Kategori tersebut antara lain, pelaku parekraf yang sudah melakukan secara ketat dan disiplin, pelaku parekraf yang masih membutuhkan perbaikan dan pelaku parekraf yang sama sekali belum menerapkan protokol kesehatan ketat dan disiplin.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan Kemenparekraf akan terus bekerjasama dengan aparat dan pemerintah daerah untuk memastikan kepatuhan akan penerapan protokol kesehatan. Di samping itu, pihaknya membutuhkan peran serta dari masyarakat agar patuh dan tidak abai dengan protokol kesehatan.
Alasannya karena keselamatan bangsa untuk terlepas dari jeratan covid-19 bergantung kepada kemampuan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.
"Kami akan secara tegas berkoordinasi untuk menindaklanjuti agar dalam beberapa hari ke depan ini bisa kita tingkatkan, agar tidak memicu penularan covid-19," ungkap Sandiaga Uno.
Lihat Juga :