Awas! 745.000 Orang Per Tahun Tewas Akibat Kelebihan Jam Kerja

Selasa, 18 Mei 2021 - 06:11 WIB
loading...
A A A
Seringkali, kematian terjadi dalam kurun waktu yang lebih lama atau terkadang dampaknya mulai terasa beberapa dekade kemudian. Semua itu efek daripada jam kerja yang terlalu panjang, dimana hal itu sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan bertahun-tahun.

Sementara itu studi WHO belum mencakup periode saat pandemi. Para pejabat WHO mengatakan, perubahan perilaku pekerja belum lama ini akibat pandemi virus corona, memaksa untuk melakukan pekerja jarah jauh atau yang dikenal sebagai Work For Home (WFH) .

Kondisi ini menurut WHO, rentan membuat jam kerja para pegawai menjadi lebih panjang. "Kami memiliki beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ketika negara-negara harus menerapkan Lockdown, jumlah jam kerja meningkat sekitar 10%," kata pejabat teknis WHO Frank Pega.

Laporan itu mengatakan jam kerja yang panjang diperkirakan bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari semua penyakit terkait pekerjaan, dimana menjadikannya beban penyakit kerja terbesar.

Para peneliti mengatakan, ada dua faktor kenapa jam kerja yang lebih lama bisa berefek buruk terhadap kesehatan. Pertama, melalui respons fisiologis langsung terhadap stres. Kedua, karena jam kerja lebih panjang berarti pekerja lebih cenderung mengadopsi perilaku yang membahayakan kesehatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan...
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan Lanjut untuk 2 Bulan ke Depan
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Pemerintah Bakal Umumkan...
Pemerintah Bakal Umumkan Aturan Outsourcing Hari Ini, KSPSI Spill Apa Isinya
Di Balik Progres Percepatan...
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat, Ada Dedikasi dan Komitmen Para Pekerja
Indonesia Bisa Hemat...
Indonesia Bisa Hemat 10 Juta Liter BBM, asal ASN Disiplin WFH Sehari Seminggu
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
Rekomendasi
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved