Mata Uang Kripto Tumbang, Rp7.000 Triliun Lenyap dari Pasar

Kamis, 20 Mei 2021 - 10:21 WIB
loading...
A A A
Saat mata uang kripto ini bergerak liar, ketakutan semakin tumbuh terkait siapa saja yang mungkin terdampak oleh gejolak ini. Pasar kripto dikenal dengan volatilitasnya yang ekstrem. Token individu dapat menukik atau melesat dalam satu jam, dan investor lama telah melalui siklus naik dan turun.

Akan tetapi, pasar telah bergemuruh sejak pandemi virus korona pertama kali melanda dunia. Gerombolan investor baru telah membuang uang mereka ke mata uang digital, ditarik oleh daya pikat lonjakan harga yang tiba-tiba dan kemenangan yang mengubah hidup. Regulator juga telah memperhatikan, prihatin dengan bahaya yang ditimbulkan bagi investor pemula dan potensi manipulasi harga.

"Apa yang menyebabkan aksi jual besar-besaran ini? Pilih sendiri alasanmu!" kata David Bahnsen, Kepala Investasi Bahnsen Group, sebuah firma manajemen kekayaan.

Bahnsen menunjuk pada pertemuan faktor dan berita utama negatif yang mungkin telah memicu acara tersebut. Salah satu faktor yang mungkin adalah eksekutif miliarder Elon Musk mengatakan bahwa perusahaannya Tesla tidak akan lagi menerima bitcoin sebagai pembayaran untuk kendaraannya dan bahwa perusahaan tersebut mungkin telah menjual kepemilikan Bitcoin-nya.

Faktor lain yang dapat menjadi kekhawatiran baru menurutnya adalah aksi kriminal yang menggunakan tebusan menggunakan mata uang kripto dalam rencana mereka.

Yang lebih kuat lagi adalah isyarat tegas dari pemerintah China bahwa mereka akan menindak lembaga keuangan yang menawarkan layanan yang terkait dengan mata uang kripto.

Baca Juga: Keruntuhan Kripto: Ada Elon Musk di Balik Kejatuhan Bitcoin
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Bitcoin Tembus USD80.000,...
Bitcoin Tembus USD80.000, Didorong Arus ETF dan Sentimen Global
Bitcoin Rebound Dekati...
Bitcoin Rebound Dekati USD79.500, Momentum Positif di Tengah Gejolak Geopolitik
Perluas Akses Investasi...
Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group Gandeng Indomaret
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Upbit Indonesia Perkuat...
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Peresmian Web3 Education Center
Prediksi Harga Kripto...
Prediksi Harga Kripto Pakai AI Semakin Tren, Upbit: Investor Tetap Perlu Hati-Hati
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved