Kadin Sulawesi Tengah Dukung Arsjad Rasjid
Kamis, 20 Mei 2021 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
“Kita berharap Bapak Arsjad Rasjid dapat memimpin Kadin Indonesia agar pengusaha daerah dapat benar-benar diberdayakan, pengusaha daerah dapat menjadi tuan rumah di daerah mereka,” ujar Bahlil Lahadalia.
Bahlil menyebutkan, bahwa membangun ekonomi daerah sama sekali tak bisa mengandalkan APBD. Karena itu, kepada Arsjad Rasjid ia menitipkan agar Kadin Indonesia dapat turun tangan ikut membangun ekonomi daerah.
(Baca juga:Kadin Maluku Utara Dukung Arsjad Rasjid Perkuat Kadin Sebagai Mitra Utama Pemerintah)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pengusaha daerah harus menjadi barometer dari ekonomi nasional. “Melalui Arsjad Rasjid di Kadin Indonesia, kita berharap akan ada perubahan, terutama dalam desentralisasi perpajakan. Pengusaha daerah hendaknya membayar pajak di daerah bersangkutan,” sebutnya.
Sementara itu, Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan visinya adalah untuk menjadikan Kadin Indonesia sebagai institusi yang kolaboratif dan inklusif. Bukannya sebagai Kadin yang eksklusif, dan hanya merasa dimiliki oleh segelintir orang saja.
(Baca juga:Libatkan Kadin Kembangkan Industri, Menperin: Anindya Bakrie Paham)
Bahlil menyebutkan, bahwa membangun ekonomi daerah sama sekali tak bisa mengandalkan APBD. Karena itu, kepada Arsjad Rasjid ia menitipkan agar Kadin Indonesia dapat turun tangan ikut membangun ekonomi daerah.
(Baca juga:Kadin Maluku Utara Dukung Arsjad Rasjid Perkuat Kadin Sebagai Mitra Utama Pemerintah)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pengusaha daerah harus menjadi barometer dari ekonomi nasional. “Melalui Arsjad Rasjid di Kadin Indonesia, kita berharap akan ada perubahan, terutama dalam desentralisasi perpajakan. Pengusaha daerah hendaknya membayar pajak di daerah bersangkutan,” sebutnya.
Sementara itu, Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan visinya adalah untuk menjadikan Kadin Indonesia sebagai institusi yang kolaboratif dan inklusif. Bukannya sebagai Kadin yang eksklusif, dan hanya merasa dimiliki oleh segelintir orang saja.
(Baca juga:Libatkan Kadin Kembangkan Industri, Menperin: Anindya Bakrie Paham)
Lihat Juga :