Valuasi Lampaui Rp500 Triliun, GoTo Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
Kamis, 20 Mei 2021 - 14:53 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - GoTo , entitas hasil merger dua raksasa teknologi Gojek dan Tokopedia diprediksi memiliki valuasi mencapai Rp572 triliun. Penggabungan keduanya diramal mampu menggairahkan pasar, terutama sektor logistik barang maupun e-commerce.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) optimistis langkah kerja sama tersebut akan mendongkrak perputaran ekonomi di GoTo yang dinilai memiliki potensi peningkatan luar biasa untuk jangka panjang.
Baca juga: Gojek-Tokopedia Kolaborasi, GoTo Makin Mengikat Konsumen
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Hipmi Ajib Hamdani mengatakan, masuknya GoTo di dunia digital secara tidak langsung memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap produk digital. Sebagai catatan, dampak perputaran ekonomi dari Gojek dan Tokopedia pada tahun lalu diperkirakan mencapai Rp314 triliun.
“Bayangkan, jika 314 triliun itu memberikan kontribusi sebesar kira-kira di angka 2% atas PDB di indonesia. Di mana PDB (Produk Domestik Bruto) kita tahun 2020 di angka Rp15.434,2 triliun,” ujarnya dalam market review IDX TV di Jakarta, Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Ekonom Indef Beberkan Dampak Negatif Merger GoTo
Dilihat dari sejarah dana Gojek hingga 2019 dan Tokopedia hingga 2020, GoTo memiliki valuasi setidaknya senilai USD18 miliar atau lebih dari Rp257 triliun. Tokopedia adalah startup unicorn dari Indonesia, begitu juga dengan Gojek menyandang predikat decacorn.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) optimistis langkah kerja sama tersebut akan mendongkrak perputaran ekonomi di GoTo yang dinilai memiliki potensi peningkatan luar biasa untuk jangka panjang.
Baca juga: Gojek-Tokopedia Kolaborasi, GoTo Makin Mengikat Konsumen
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Hipmi Ajib Hamdani mengatakan, masuknya GoTo di dunia digital secara tidak langsung memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap produk digital. Sebagai catatan, dampak perputaran ekonomi dari Gojek dan Tokopedia pada tahun lalu diperkirakan mencapai Rp314 triliun.
“Bayangkan, jika 314 triliun itu memberikan kontribusi sebesar kira-kira di angka 2% atas PDB di indonesia. Di mana PDB (Produk Domestik Bruto) kita tahun 2020 di angka Rp15.434,2 triliun,” ujarnya dalam market review IDX TV di Jakarta, Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Ekonom Indef Beberkan Dampak Negatif Merger GoTo
Dilihat dari sejarah dana Gojek hingga 2019 dan Tokopedia hingga 2020, GoTo memiliki valuasi setidaknya senilai USD18 miliar atau lebih dari Rp257 triliun. Tokopedia adalah startup unicorn dari Indonesia, begitu juga dengan Gojek menyandang predikat decacorn.
Lihat Juga :