Diterjang Tsunami Covid, RI Stop Impor Daging Kerbau dari India

Jum'at, 21 Mei 2021 - 16:15 WIB
loading...
A A A
Robi menambahkan belum diketahui berapa lama penghentian ini akan berlaku, namun ia memperkirakan paling tidak akan berlangsung hingga tiga bulan. Situasi pandemi di India sendiri sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, setelah pekan lalu negara itu mencatat rekor angka kematian tertinggi dalam sehari.

Masuknya daging kerbau beku dari India awalnya dipandang sebagai ancaman serius bagi kelangsungan perdagangan ternak dan daging sapi dari Australia yang telah berlangsung lama. Namun daging kerbau tersebut menemukan ceruk tersendiri dalam pasar daging di Indonesia.

Sumber ABC News menyebutkan penghentian sementara impor dari India ini akan menimbulkan kesenjangan di pasar daging. Menurut dia, dengan ketatnya impor daging sapi beku dari Australia dan Brasil di Indonesia saat ini, mau tidak mau impor sapi Australia akan menjadi alternatif paling masuk akal. "Daging yang ada di pasar saat ini benar-benar tidak mencukupi," ujarnya.

Baca Juga: Cair Bulan Depan, Segini Rincian Besaran Gaji ke-13 PNS

Situasi ini akan mendorong permintaan dan harga ternak sapi yang dikirim dari Australia utara akan tetap tinggi. Ternak sapi yang diekspor dari Pelabuhan Darwin bulan ini mencapai harga hingga USD4,20 per kilogram. "Ini peluang bagi peternak sapi Australia," ujar Robi Agustiar. "Namun karena harga sapi Australia terlalu tinggi, masih tetap sulit bagi pengelola penggemukan sapi Australia (di Indonesia) untuk mendapatkan keuntungan," tambahnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
India Kembali Naikkan...
India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
BI Targetkan QRIS Terhubung...
BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
Tekor Rp1,8 Triliun...
Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Rekomendasi
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
Ilmuwan: Virus Langya...
Ilmuwan: Virus Langya yang Melanda Berbeda dari Virus Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved