Kilas Balik Lebaran 2021 dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Senin, 24 Mei 2021 - 05:43 WIB
loading...
Rangkuman beberapa hal untuk melihat kilas balik periode Lebaran 2021. Mulai dari larangan mudik, serta berbagai upaya pemerintah untuk meredam dampaknya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Periode Lebaran 2021 telah usai, tahun ini menandakan kedua kalinya masyarakat Indonesia merayakan Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19 dengan segala keterbatasan yang menyertai. Dalam keadaan normal, momen Ramadhan berikut Lebaran selalu menggeliatkan pertumbuhan ekonomi nasional , namun bagaimana dengan tahun ini?.
Grant Thornton Indonesia merangkum beberapa hal untuk melihat kilas balik periode Lebaran 2021. Pemerintah memutuskan untuk melarang kegiatan mudik atau pulang kampung pada Lebaran tahun ini, mulai dari 6 sampai 17 Mei 2021. Kebijakan ini tentunya diambil untuk mencegah penularan virus COVID-19 semakin meluas.
Baca Juga: Imbas Mudik Dilarang, Hotel di Jabar Pun Kosong Melompong Tanpa Tamu
Berkaca dari Lebaran tahun lalu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), larangan mudik 2020 menyebabkan sektor transportasi terkoreksi sebesar 30,8%. Sektor transportasi dan pergudangan memberikan kontribusi paling besar terhadap penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) 2020 yaitu minus 0,6% dengan laju pertumbuhan minus 15%.
Data BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3% sedangkan konsumsi rumah tangga minus hingga 5,5%. Namun, menurut beberapa pengamat dampak larangan mudik 2021 tak akan lebih parah dibandingkan tahun lalu.
Grant Thornton Indonesia merangkum beberapa hal untuk melihat kilas balik periode Lebaran 2021. Pemerintah memutuskan untuk melarang kegiatan mudik atau pulang kampung pada Lebaran tahun ini, mulai dari 6 sampai 17 Mei 2021. Kebijakan ini tentunya diambil untuk mencegah penularan virus COVID-19 semakin meluas.
Baca Juga: Imbas Mudik Dilarang, Hotel di Jabar Pun Kosong Melompong Tanpa Tamu
Berkaca dari Lebaran tahun lalu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), larangan mudik 2020 menyebabkan sektor transportasi terkoreksi sebesar 30,8%. Sektor transportasi dan pergudangan memberikan kontribusi paling besar terhadap penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) 2020 yaitu minus 0,6% dengan laju pertumbuhan minus 15%.
Data BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3% sedangkan konsumsi rumah tangga minus hingga 5,5%. Namun, menurut beberapa pengamat dampak larangan mudik 2021 tak akan lebih parah dibandingkan tahun lalu.
Lihat Juga :