PLN Makin Nyentrum Saat Pandemi, Laba Bersih Menanjak 38,6%
Senin, 24 Mei 2021 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
"Jika pencatatan dilakukan sama seperti tahun 2019 yang belum menerapkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) 72," katanya.
Perseroan menilai, program transformasi yang digelar pada tahun lalu telah memperkuat daya tahan PLN di situasi pandemi dan mendorong kinerja keuangannya. Bahkan, sebagian besar bisnis tengah menghadapi pandemi yang juga menyebabkan perekonomian nasional menurun, PLN membukukan pendapatan usaha sebesar Rp345,4 triliun.
Dari jumlah tersebut, pendapatan penjualan tenaga listrik mencapai Rp274,9 triliun, termasuk di dalamnya subsidi stimulus Covid-19 sebesar Rp13,8 triliun. Selain itu terdapat pendapatan subsidi sebesar Rp48,0 triliun yang menjangkau 37 juta pelanggan dan kompensasi Rp17,9 triliun untuk 42 juta pelanggan.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari Transformasi PLN, yang berfokus pada peningkatan pendapatan dan menurunkan biaya pokok penyediaan, serta peningkatan layanan. Korporasi beralih dari strategi supply driven ke demand driven, inovasi-inovasi menciptakan kebutuhan dari pelanggan baru dan eksisting, dan digitalisasi untuk menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Listrik,” katanya.
Baca Juga: PLN dan KPK Rakor Bahas Penyelamatan Aset Negara di Sulawesi Tengah
Perseroan menilai, program transformasi yang digelar pada tahun lalu telah memperkuat daya tahan PLN di situasi pandemi dan mendorong kinerja keuangannya. Bahkan, sebagian besar bisnis tengah menghadapi pandemi yang juga menyebabkan perekonomian nasional menurun, PLN membukukan pendapatan usaha sebesar Rp345,4 triliun.
Dari jumlah tersebut, pendapatan penjualan tenaga listrik mencapai Rp274,9 triliun, termasuk di dalamnya subsidi stimulus Covid-19 sebesar Rp13,8 triliun. Selain itu terdapat pendapatan subsidi sebesar Rp48,0 triliun yang menjangkau 37 juta pelanggan dan kompensasi Rp17,9 triliun untuk 42 juta pelanggan.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari Transformasi PLN, yang berfokus pada peningkatan pendapatan dan menurunkan biaya pokok penyediaan, serta peningkatan layanan. Korporasi beralih dari strategi supply driven ke demand driven, inovasi-inovasi menciptakan kebutuhan dari pelanggan baru dan eksisting, dan digitalisasi untuk menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Listrik,” katanya.
Baca Juga: PLN dan KPK Rakor Bahas Penyelamatan Aset Negara di Sulawesi Tengah
Lihat Juga :