Jamaah Haji RI Tak Bisa ke Tanah Suci Terkendala Jenis Vaksin, Bio Farma Usul Pakai Astrazeneca
Selasa, 25 Mei 2021 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Opsi itu didasarkan pada pertimbangan bahwa Astrazeneca telah memperoleh sertifikasi WHO. Dan tercatat ada 1.389.600 dosis vaksin jadi AstraZeneca sudah ada di Bio Farma.
"Kita memiliki vaksin Antrasena juga, ini mungkin menjadi opsi, tinggal diatur bagi jamaah yang mungkin sempat mendapat vaksinasi yang Sinovec mungkin kita bisa diskusikan dengan BPOM dan Komnas KIPI apakah mereka bisa boleh diberikan vaksinasi Astrazeneca? Tapi ini ada pertimbangan yang diberikan oleh ahlinya, kami hanya memberikan semacam opsi saja," ujar Honesti, Selasa (25/5/2021).
Ihwal jenis vaksin di Indonesia yang sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari WHO, tercatat baru Sinopharm. Namun, vaksin ini baru digunakan dalam program vaksinasi gotong royong. Sementara Sinovac sendiri akan menerima EUA pada pekan kedua Juni 2021 mendatang.
"Memang kita sedang berproses, seperti Sinopharm itu sudah mendapat EUA dari WHO. Sinovac juga lagi berproses dan kemarin kami masih berkomunikasi dengan Sinovac memang ada satu data lagi yang diminta WHO, tapi mereka optimis minggu pertama atau kedua Juni mereka akan melakukan EUA dari WHO," tutur dia.
Baca Juga: Vaksin di Indonesia Belum Masuk Syarat Ibadah Haji, Bio Farma: Perkuat Diplomasi
"Kita memiliki vaksin Antrasena juga, ini mungkin menjadi opsi, tinggal diatur bagi jamaah yang mungkin sempat mendapat vaksinasi yang Sinovec mungkin kita bisa diskusikan dengan BPOM dan Komnas KIPI apakah mereka bisa boleh diberikan vaksinasi Astrazeneca? Tapi ini ada pertimbangan yang diberikan oleh ahlinya, kami hanya memberikan semacam opsi saja," ujar Honesti, Selasa (25/5/2021).
Ihwal jenis vaksin di Indonesia yang sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari WHO, tercatat baru Sinopharm. Namun, vaksin ini baru digunakan dalam program vaksinasi gotong royong. Sementara Sinovac sendiri akan menerima EUA pada pekan kedua Juni 2021 mendatang.
"Memang kita sedang berproses, seperti Sinopharm itu sudah mendapat EUA dari WHO. Sinovac juga lagi berproses dan kemarin kami masih berkomunikasi dengan Sinovac memang ada satu data lagi yang diminta WHO, tapi mereka optimis minggu pertama atau kedua Juni mereka akan melakukan EUA dari WHO," tutur dia.
Baca Juga: Vaksin di Indonesia Belum Masuk Syarat Ibadah Haji, Bio Farma: Perkuat Diplomasi
Lihat Juga :